21 October 2020, 03:10 WIB

Gotong Royong Tangani Covid-19


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

PERKEMBANGAN penanganan covid-19 di Indonesia menunjukkan hasil yang semakin membaik. Data tracing, penemuan jumlah klaster, dan recovery rate pada pasien memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Per 18 Oktober 2020, hasil tracing yang dilakukan pemerintah menyatakan dari 2,5 juta orang yang diperiksa, 86% di antaranya negatif covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro menjelaskan lebih lanjut, 14% (dari 2,5 juta orang) yang diperiksa terkonfi rmasi positif covid-19. Artinya, dari 10 yang dites, 8 negatif dan 2 positif.

“Hasil itu merupakan bentuk dari upaya tracing atau pelacakan kasus yang dilakukan pemerintah. Dan itu berkat ratusan tenaga kesehatan, relawan, dan kerja sama dari masyarakat,” kata Reisa dalam keterangan pers secara virtual di kantor Presiden, Senin (19/10).

Upaya gotong royong itu, lanjut Reisa, berhasil menemukan 1.347 kelompok penyebaran atau klaster. Selain itu, sudah lebih dari 4 juta spesimen juga diperiksa di 377 laboratorium di Indonesia. Meski demikian, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah, yaitu angka positivity rate sebesar 14%.

Persentase itu menyatakan ada sekitar 3.000-4.000 kasus baru. “Mari kita saling membantu dan tidak menambahkan angka konfi rmasi positif. Hindari kegiatan yang membahayakan diri kita dan sekitar kita,” lanjutnya.

Saat ini, pasien covid-19 yang masih dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 63.380 kasus. Pasien tersebut dirawat di 840 rumah sakit rujukan serta melakukan isolasi di tempat karantina yang disediakan pemerintah di berbagai daerah. Sementara itu, total jumlah pasien sembuh mencapai 289.243. Angka kesembuhan atau recovery rate mencapai 79% dan menunjukkan peningkatan per pekan selama Oktober ini.

Reisa kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Disiplin 3M ialah memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Tujuannya agar upaya pemerintah dalam melakukan 3T (tracing, testing, treatment) tidak sia-sia dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Tentunya kita sepakat bahwa upaya kita tidak hanya melindungi generasi kita, tetapi juga melindungi generasi penerus dan memberikan pembelajaran yang mungkin di masa depan akan menghadapi pandemi lainnya. Untuk generasi emas Indonesia yang sehat dan kuat, mari kita 3T dan disiplin menerapkan 3M, sukseskan vaksinasi,” pungkasnya.

 

 

Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/Kemenkes/Tim Riset MI-NRC

 

Sadar protokol

Di Palembang, kesadaran masyarakat untuk menaati protokol kesehatan mulai meningkat setelah pemerintah mengeluarkan Perwali No 27 Tahun 2020 yang menerapkan sanksi bagi pelanggar. Sanksi berupa teguran lisan dan tertulis serta denda mulai Rp100 ribu hingga Rp500 ribu.

“Kesadaran masyarakat untuk menerapkan new normal life sudah terlihat saat ini. Jumlah pelanggar sudah semakin berkurang sekarang,” jelas Kepala Bidang Penegak Peraturan dan Perundang-Undangan Satpol PP Kota Palembang, Budi Norma, kemarin.

Satu bulan belakangan, kata Budi, pihaknya mendata ada sekitar 382 pelanggar tidak menggunakan masker saat beraktivitas. “Rata-rata pelanggar kita dapati saat mereka berkendara di motor, sebagian lainnya pejalan kaki dan di mal,” kata dia.

Ia menambahkan, saat ini lokasi operasi yustisi yang semula dilakukan di Monpera dipindahkan ke Kambang Iwak. “Justru saat masyarakat telah disiplin kita tak boleh mengendurkan patroli protokol kesehatan sehingga kedisiplinan tetap kami awasi,” pungkasnya. (DW/H-3)

BERITA TERKAIT