21 October 2020, 05:49 WIB

Eks Danjen Kopassus Diperiksa demi Hukum


Ant/Medcom.id/P-1 | Politik dan Hukum

MANTAN Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen (Purn) Soenarko meminta kepastian hukum terkait dengan kasus kepemilikan senjata api ilegal. Soenarko menjadi tersangka sejak Mei 2019.

“Menurut kita, harus ada kepastian hukum, minimal di-SP3 (surat perintah penghentikan penyidikan) perkaranya,” kata kuasa hukum Soenarko, Ferry Firman Nurwahyu, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, kemarin.

Purnawirawan TNI itu masih berstatus tahanan kota. Pemanggilan Soenarko, kemarin, bertujuan pemeriksaan tambahan plus kepastian hukum.

Sedianya Soenarko dimintai keterangan Jumat (16/10). Namun, Soenarko meminta penjadwalan ulang karena tengah menjalani medical check-up di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“(Soenarko) hadir, sementara masih dalam pemeriksaan,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo. Ia menegaskan pemeriksaan itu bertujuan memberikan kepastian hukum kepada tersangka.

“Saudara S pada hari ini datang ke Bareskrim pukul 10.00 WIB dengan didampingi oleh penga- caranya,” imbuh Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

Ramadhan menyampaikan, setiba di Bareskrim Polri, Soenarko langsung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. “Pada pukul 10.45 WIB telah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata dan sampai saat ini pemeriksaan masih berlangsung,” ujarnya.

Ferry menambahkan, dalam pertemuan tersebut, ia juga menyampaikan perihal kondisi kesehatan Soenarko. “Ya, maklum, karena usia beliau sudah 67 tahun,” kata Ferry.

Ferry awalnya menduga pemeriksaan kembali kliennya tidak terkait dengan perkara kepemilikan senjata api ilegal. Soenarko diduga bakal dikorek terkait dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

“Ya (pemeriksaan terkait KAMI). Kalau pertanyaannya ke perkara itu (senjata api), tidak ada kemajuan. Jawabannya itu-itu saja,” beber Ferry. (Ant/Medcom.id/P-1)

BERITA TERKAIT