21 October 2020, 04:30 WIB

Jangan Ragukan Manfaat Vaksin


Aiw/Ata/Ant/X-11 | Humaniora

MASYARAKAT diminta tidak lagi meragukan manfaat vaksin covid-19 yang akan diberikan oleh pemerintah. Vaksin itu sudah melalui tahap uji klinis ketat disertai pengawasan dari lembaga otoritas milik pemerintah dan lembaga internasional.

“Vaksin ialah bentuk upaya pembuatan kekebalan tubuh untuk melawan penyakit. Ini merupakan pencegahan agar masyarakat tidak perlu terpapar penyakit dahulu untuk menumbuhkan kekebalan tubuh,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Reisa Brotoasmoro, Senin (19/10).

Saat ini sedang dikembangkan vaksin Merah Putih oleh Lembaga Biologi dan Molekuler Eijkman dan kerja sama dengan negara-negara yang sedang mengembangkan vaksin. Pengembangannya sesuai dengan pedoman WHO, BPOM, dan MUI.

Dalam memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri, Reisa menyebut ada tiga cara yang dilakukan pemerintah. Pertama, mengembangkan vaksin covid-19 Merah Putih dan kerja sama PT Bio Farma dengan Sinovac asal Tiongkok. Kedua, Indonesia telah mendapat komitmen dari 4 kandidat vaksin, yaitu buatan Astrazeneka, Sinovac, Cansino, dan Sinopharm dalam pembelian vaksin luar negeri.

Ketiga, pemerintah menggandeng lembaga internasional CEPI dan Gavi Alliance untuk mendapat akses vaksin dalam kerangka kerja sama multilateral. Skema ini melibatkan WHO dan Unicef mulai pengembangan, distribusi, hingga pelaksanaan vaksinasi.

Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, Tri Wibawa, meminta masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan meskipun nantinya telah menerima vaksin.

“Saat ini kita masih menunggu hasil penelitian soal berapa angka proteksi vaksin terhadap virus. Meski sudah divaksin, masyarakat harus tetap memproteksi diri dengan berperilaku sesuai protokol kesehatan,” kata Tri dalam pernyataan tertulis, kemarin.

Dalam perkembangan lainnya, 1.071 relawan vaksin covid-19 telah mendapatkan suntikan kedua. “Kita juga melakukan pengambilan darah
dari relawan yang sudah disuntik dua kali untuk mulai mengukur apakah sudah terbentuk antibodi di dalam tubuh mereka,” kata Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, dalam diskusi Upaya Pencarian Vaksin, Obat, dan Inovasi Penanggulangan Covid-19 yang dilaksanakan secara virtual.

Honesti berharap uji klinis tahap tiga tersebut dapat dilaporkan hasilnya pada Januari mendatang kepada Badan POM. Tujuannya ialah agar Badan POM dapat segera mengeluarkan emergency use authorization un- tuk vaksin covid-19 di Indonesia.

Fasilitas COVAX

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan 184 negara sekarang telah bergabung dengan fasilitas COVAX. Ekuador dan Uruguay menjadi negara terakhir yang baru saja bergabung.

Program itu akan membiayai vaksin covid-19 dan menyalurkannya secara merata, baik ke negara kaya maupun miskin.

“Pembagian vaksin yang adil merupakan cara tercepat untuk melindungi masyarakat yang berisiko tinggi, menstabilkan sistem kesehatan, serta mendorong pemulihan ekonom global yang sesungguhnya,” kata Tedros saat konferensi pers di Jenewa, kemarin. (Aiw/Ata/Ant/X-11)

BERITA TERKAIT