21 October 2020, 05:10 WIB

Penuhi Kecukupan Protein sejak dalam Kandungan


Aiw/H-2 | Humaniora

SERIBU hari pertama kehidupan yang meliputi 270 hari di dalam kandungan dan 730 hari di luar kandungan merupakan masa yang sangat penting bagi pertumbuhan anak.

Dosen Departemen Gizi Kesehatan FK UGM Emy Huriyati meng­ungkapkan delapan minggu pertama merupakan momen penting pembentukan seluruh cikal bakal organ tubuh, seperti jantung, hati, pakreas, ginjal, hingga otak. Untuk itu dibutuhkan zat-zat penting untuk mendukung perkembangannya, terlebih protein.

“Ketika organ-organ itu berkembang tidak sempurna, terutama karena kekurangan protein, ini akan memengaruhi struktur organ-organ tersebut dan yang paling fatal adalah otak,” tegas Emy dalam acara Rembuk Pangan Indonesia, Kamis (15/10).

Ketika otak tidak mendapatkan nutrisi yang baik, lanjutnya, perkembangannya kemudian tidak akan sempurna meski sudah diberikan stimulasi.

Emy melanjutkan, usia 0-2 tahun merupakan puncak perkembangan fungsi melihat, mendengar, berbahasa, dan fungsi kognitif yang lebih tinggi. Apabila kebutuhan protein dan zat-zat penting lainnya tidak terpenuhi, perkembangan otak, tumbuh kembang dan metabolism tubuh juga akan terganggu.

Adapun jangka panjangnya, itu akan membuat kemampuan kognitif dan pendidikan anak jadi terganggu, menimbulkan stunting (gagal tumbuh), dan penyakit degeneratif, seperti hipertensi, diabetes, obesitas, hingga stroke.

“Inilah kunci yang paling penting kenapa pada usia-usia emas ini ja­ngan sampai dibiarkan saja. Harus diupayakan semaksimal mungkin,” imbuhnya.

Dengan merujuk data Riskesdas 2018, proporsi status gizi sangat pendek dan pendek pada balita mencapai 30,8%. Dari studi yang dilakuka Emy di Yogyakarta pada 200 anak stunting dan 200 anak normal, ditemukan dua penyebab stunting. “Mereka kurang makan atau kelaparan dan mengalami lapar yang tersembunyi, itu yang dikatakan kurang zat gizi mineral dan vitamin,” tuturnya.

Protein berfungsi sebagai zat pembangun dan sumber energi. Dengan mengonsumsi protein, kita mengoptimalkan kerja enzim dan hormon.

Sumber proteni didapat dari da­ging, ikan, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Namun, protein hewani lebih baik jika dibandingkan dengan protein nabati karena mengandung asam amino lebih lengkap. (Aiw/H-2)

BERITA TERKAIT