21 October 2020, 01:22 WIB

Dana Dikurangi, Penanganan Bencana Tetap Jalan


RF/DG/LD/JS/MR/PO/N-3 | Nusantara

SETIAP musim penghujan, sejumlah titik di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, selalu dikepung banjir. Tahun ini, sebenarnya pemerintah kota sudah menganggarkan dana Rp35 miliar untuk melakukan perbaikan infrastruktur sehingga bisa mengurangi dampak bencana musim penghujan.

Namun, pandemi datang. Dari Rp35 miliar dana yang disiapkan, lebih dari setengahnya dialihkan untuk penanggulangan pandemi.

“Dengan dana Rp12 miliar, tahun ini kita tetap bekerja, tetapi sebatas melakukan normalisasi dan pengerukan sungai,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Suparlan, kemarin.

Normalisasi sudah dilakukan sejumlah titik genangan, di antaranya di wilayah tangkapan air dari dua arus di Kolong Pasar Ikan.

“Tahun depan, kita juga masih dapat anggaran Rp35 miliar. Kita akan lebih maksimal melakukan penanganan banjir,” tambah Suparlan.

Hujan deras yang sudah sering turun di Bandung, Jawa Barat, mulai menimbulkan bencana. Di Desa Sukajaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tebing setinggi 15 meter longsor. Sebuah rumah pun tertimpa.

Selain satu rumah rusak berat, dua rumah lainnya terancam longsor. Tidak ada korban dalam kejadian itu.

“Longsor terjadi karena saluran air bocor, tumpukan sampah dan hujan sangat deras,” kata Andri, pemilik rumah.

Hujan juga sudah datang ke wilayah Jawa Tengah selatan. Di Cilacap, banjir, tanah longsor dan tanah bergerak sudah terjadi karena curah hujan yang tinggi. Banjir dan tanah longsor sudah mengepung empat desa di Kecamatan Jeruklegi dan tanah bergerak terjadi di Jalan Nasional di Desa Jambusari, Jeruklegi.

“Masyarakat sudah harus waspada karena curah hujan terus meningkat,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tri Komara Sidhy.

Sementara di Klaten, pergantian musim sudah datang. BPBD meminta warga waspada angin puting beliung, tanah longsor, dan banjir.

“BPBD telah melatih dan melakukan simulasi penanggulangan bencana bagi relawan. Mereka sudah siaga jika dibutuhkan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sip Anwar.

Tidak hanya di daratan, cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi juga melanda perairan. Di Aceh, cuaca buruk di Selat Malaka membuat harga ikan segar naik drastis. (RF/DG/LD/JS/MR/PO/N-3)

BERITA TERKAIT