20 October 2020, 23:24 WIB

Guru dan Orang Tua Bisa Cegah Anak Depresi Saat Pandemi


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

SUDAH tujuh bulan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung. Namun, metode ini rupanya menimbulkan dampak psikologis bagi anak.

Diketahui, seorang siswi berinisial MI (16) dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, bunuh diri dengan meminum racun akibat depresi belajar daring.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai jika terbukti motif bunuh diri MI karena masalah PJJ, perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Terutama pelaksanaan PJJ di Kabupaten Gowa.

Baca juga: Siswi Bunuh Diri di Gowa Diduga karena Tuntutan Belajar Daring

“Kalau SMA/SMK berarti menjadi kewenangan Pemprov Sulawesi Selatan dan dan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan,” ujar Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10).

Menurutnya, sekolah berperan membantu siswa yang mengalami masalah psikologis akibat pandemi covid-19. Wali kelas dan guru bimbingan konseling dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkonsultasi. Dalam hal ini masalah psikologi, termasuk kesulitan dalam mengikuti PJJ.

Baca juga: KPAI: Banyak Anak Alami Kekerasan Fisik dan Psikis Saat Pandemi

“Konsultasi dapat dilakukan melalui aplikasi WhatsApp atau aplikasi lain yang mudah dijangkau guru dan anak-anak. Kerap kali, anak-anak hanya butuh didengar. Ada saluran curhat selain ke sahabatnya, bisa juga ke guru BK dan wali kelas, agar diberikan solusi yang tepat,” imbuh Retno.

Selain itu, orang tua juga berperan besar dalam mencegah depresi pada anak selama belajar di rumah. Suasana yang tidak nyaman mungkin tampak sederhana bagi orang dewasa. Namun, berbeda jika kondisi tersebut dialami remaja. Jika dibiarkan, hal ini bisa memicu depresi pada anak.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT