20 October 2020, 20:05 WIB

Sering Berkelahi Antarsesama, Populasi Kukang Jawa Makin Terancam


Putri Rosmalia | Weekend

SEBUAH studi yang dirilis dalam jurnal Current Biology pada 19 Oktober 2020 menemukan sifat tak biasa pada Kukang Jawa (Nycticebus javanicus). Hewan tersebut ternyata memiliki kebiasaan saling menyakiti satu sama lain meski berada dalam satu habitat.

Hal itu sangat janggal dan sangat jarang terjadi pada hewan lain. Umumnya, hewan tak akan menggunakan racunnya untuk menyerang sesama spesies, kecuali untuk melawan spesies lain.  

Hal itu dianggap mengkhawatirkan karena saat ini Kukang Jawa merupakan salah satu hewan yang mulai langka dan dilindungi. Kebiasaan saling menyakiti satu sama lain akan semakin mengancam eksistensi hewan tersebut.

Studi yang dilakukan selama 8 tahun tersebut dianggap sangat valid. Itu karena bahan penelitian sepenuhnya diambil dari lapangan. Dari hasil penelitian ditemukan setidaknya selalu ada 20% dari populasi Kukang Jawa yang mengalami luka akibat serangan dan racun sesama kukang.

"Setiap individu kukang, baik jantan atau betina, selalu berupaya menjadi yang lebih kuat dan berkuasa di satu wilayah. Karena itu mereka selalu saling serang," ujar ahli satwa berbisa di Natural History Museum London, Ronald, Jenner, seperti dilansir Mongabay.com, Selasa, (20/10).

Pada hewan beracun lainnya, racun umumnya hanya digunakan untuk melawan spesies lain. Selain itu, juga umumnya digunakan spesies jantan dalam memperebutkan betina dan wilayah. (M-4)

BERITA TERKAIT