20 October 2020, 18:32 WIB

Imbas Pemenggalan Guru, Otoritas Prancis Tutup Masjid Paris


Faustinus Nua | Internasional

OTORITAS Prancis mengatakan pada Selasa (20/10) akan menutup masjid Paris sebagai bagian dari tindakan keras terhadap Islam radikal. Otoritas setempat etelah menangkap belasan orang menyusul pemenggalan kepala seorang guru karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Masjid di pinggiran kota padat penduduk di timur laut Paris telah menyebarkan video di halaman Facebooknya beberapa hari sebelum pembunuhan mengerikan pada Jumat. 

Unggahan itu mencerca pilihan materi guru Samuel Paty untuk diskusi kelas tentang kebebasan berekspresi, kata sumber yang dekat dengan penyelidikan.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan masjid di Pantin, yang memiliki sekitar 1.500 jamaah, akan ditutup pada Rabu malam selama enam bulan ke depan.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, yang pada Senin bersumpah bahwa "tidak akan ada jeda satu menit pun bagi musuh-musuh Republik". 

Dia telah meminta otoritas regional untuk melakukan penutupan masjid. Pada Senin (19/10), polisi melancarkan serangkaian penggerebekan yang menargetkan jaringan Islam.

Paty, 47, diserang dalam perjalanan pulang dari sekolah menengah pertama tempat dia mengajar di Conflans-Sainte-Honorine, 40 km barat laut Paris. 

Foto guru dan pesan yang mengakui pembunuhannya ditemukan di ponsel pembunuhnya, Chechen Abdullakh Anzorov yang berusia 18 tahun, yang juga memposting gambar tubuh yang dipenggal di Twitter.(OL-8)

BERITA TERKAIT