20 October 2020, 13:03 WIB

Ratusan Personel Kesehatan Militer Perangi Korona di Wisma Atlet


Aries Wijaksena | Megapolitan

TENTARA Nasional Indonesia menerjunkan ratusan personel kesehatan militer untuk memerangi virus korona di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Jakarta Pusat. Mereka dipimpin langsung Kepala Pusat Kesehatan TNI, yang juga koordinator RSDC Wisma Atlet, Mayor Jenderal TNI Tugas Ratmono.

Jumlah personel kesehatan TNI yang diterjunkan di RS Darurat Covid Wisma Atlet sudah mencapai 359  personel. Mereka terdiri dari 6 dokter spesialis, 18 dokter umum, 172 perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. 

"Personel kesehatan dari TNI bahu membahu dengan petugas kesehatan yang dikirim Kementrian Kesehatan, Polri, Ikatan Dokter Indonesia, dan relawan lainnya untuk memerangi covid-19," kata Tugas Ratmono di Jakarta, Selasa (20/10).

Jika memperhitungkan bagian pengamanan, logistik, dan lainnya, jumlah pasukan TNI mencapai lebih dari seribu personil di RSDC Wisma Atlet yang beroperasi sejak 23 Maret 2020. "Dalam perang melawan covid-19 di Wisma Atlet, personel kesehatan berada di baris terdepan," tutur Tugas .

Tugas menyatakan RSDC Wisma Atlet adalah benteng terbesar dalam perang negeri ini melawan virus korona. Masyarakat yang terinfeksi covid-19 dibawa dan dirawat di RSDC Wisma Atlet untuk menjalani perawatan.

Pertempuran sebenarnya terjadi di seluruh penjuru negeri ini. Masyarakat berusaha keras tidak terinfeksi dengan menjalankan protokol kesehatan. "Jika kemudian ada yang terinfeksi, mereka bisa di rawat di Wisma Atlet sebagai benteng pertahanan dalam memerangi pandemi covid-19," cetusnya.

RSDC Wisma Atlet Kemayoran terdiri atas 10 tower yang bisa menampung lebih 10 ribu pasien. Daya tampung sebanyak ini menjadikan RSDC Wisma Atlet sebagai RS Covid terbesar di dunia.

"Pandemi Covid-19 dampaknya luar biasa besar. Jumlah kematian akibat covid sudah lebih dari 12.000 orang di Indonesia," terang Tugas.

Sejauh ini RSDC Wisma Atlet sudah merawat 20.949 pasien yang menjalani rawat inap. Jumlah yang dinyatakan sembuh mencapai 19.182 orang.

Tugas merupakan panglima perang di RSDC Wisma Atlet. Ia berpengalaman karena sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI ia bisa memobilisasi dengan cepat pasukan kesehatan TNI. Ia juga sudah malang melintang berdinas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Di RSPAD, Tugas pernah menjabat sebagai Ketua Komite Medik, Direktur Pembinaan dan Pengembangan (Dirbinbang), dan Kepala Departemen Saraf. 

Dari sisi akademis, Tugas meraih gelar dokter dari Fakultas Kedokteran UGM. Spesialis saraf diperolehnya dari Fakultas Kedokteran UI pada 2002. Sedangkan gelar Doktor disabet dari Paska Sarjana Universitas Hasanuddin tahun 2016. Gelar MARS (Magister Administrasi Rumah Sakit) diperolehnya dari Universitas Respati Indonesia pada 2015. Tugas juga menyandang gelar Magister Hukum Paska Sarjana UPN Veteran Jakarta.

Prestasi mentereng juga dimiliki Letkol Laut Muhammad Arifin, yang menjadi Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Komandan Batalyon Kesehatan I Marinir Cilandak ini sudah diterjunkan negara dalam penanggulangan Covid-19 saat virus ini mulai merebak di dunia. 

Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Unpad ini terlibat langsung saat evakuasi 245 warga Indonesia dari Kota Wuhan, Tiongkok, kota pertama kali covid-19 menggegerkan dunia. Ia juga dilibatkan saat memindahkan 188 WNI ABK kapal World Dream ke KRI Suharso di Kepulauan Riau dan mereka selanjutnya di karantina di RS Korona Pulau Galang. (J-1)

BERITA TERKAIT