20 October 2020, 10:33 WIB

Pakar Minta Masyarakat Tetap Patuhi Prokes Meski Ada Vaksin


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

TIGA vaksin covid-19 dikabarkan akan tiba di Indonesia pada November 2020 mendatang. Rencananya, vaksin-vaksin itu akan disuntikkan secara massal pada Desember 2020.

Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tri Wibawa meminta masyarakat tetap patuh terhadap protokol kesehatan, meskipun nantinya telah menerima vaksin covid-19.

Sebab, belum diketahui pasti seberapa besar angka proteksi vaksin itu terhadap virus SARS-Cov-2.

Baca juga: Satgas Minta Masyarakat tidak Ragukan Manfaat Vaksin

“Saat ini, kita masih menunggu hasil penelitian berapa angka proteksi vaksin terhadap virus korona baru. Meski sudah divaksin, masyarakat harus tetap memproteksi diri dengan berperilaku sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Tri dalam pernyataan tertulis, Selasa (20/10).

Menurutnya, solusi dari pandemi covid-19 tidak hanya bertumpu pada vaksinasi semata, tetapi juga kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Jika masyarakat tidak disiplin pada protokol kesehatan, hal itu dapat memperpanjang pandemi. Oleh sebab itu, program vaksinasi perlu dibarengi dengan kedisiplinan masyarakat menjalani protokol kesehatan.

Tri Wibawa menuturkan, suatu vaksin dapat diberikan atau diaplikasikan ke masyarakat jika keseluruhan proses uji klinis telah dijalankan.

Vaksin dapat digunakan, termasuk untuk mengatasi covid-19 jika telah memenuhi sejumlah persyaratan, terutama sudah teruji keamanannya serta tidak menimbulkan efek samping yang berarti.

“Efektif memberikan proteksi terhadap penyakit yang ditargetkan dan kualitasnya terjaga dalam lini produksi,” imbuhnya.

Sementara untuk pemberian vaksin covid-19, menurutnya, memang harus diprioritaskan diberikan pada kelompok yang paling rentan terhadap infeksi. Selain itu, juga kelompok yang memiliki peran penting dalam penanganan covid-19. (OL-1)

BERITA TERKAIT