20 October 2020, 09:25 WIB

Luhut Ajak Investor Jerman Bangun Hub Manufaktur di Indonesia


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENKO Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak investor Jerman untuk menjadikan Indonesia sebagai hub manufaktur untuk kawasan Asia Tenggara.

Hal itu disampaikan Luhut dalam sambutan di acara Asia-Pacific Conference of German Business. Acara itu diadakan secara virtual pada Senin (19/10).

"Indonesia memiliki ekonomi terbesar di ASEAN dengan 273 juta penduduk dan PDB senilai lebih dari US$1 Triliun," kata Menko Luhut kepada investor Jerman dalam keterangannya.

Menurutnya, dunia kini sedang bergerak, pun demikian dengan bisnis. Oleh karena itu, ia mendorong kerja sama yang saling menguntungkan antara Indonesia dengan pemangku kepentingan terkait. Kerja sama itu bisa bergerak di bidang ekonomi, ketenagakerjaan, kesehatan, dan teknologi.

Baca juga: UU Cipta Kerja Solusi Permasalahan Produktivitas Pekerja

Menko Luhut juga menjelaskan kepada investor bahwa Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) akan menyederhanakan 8.451 aturan nasional dan 15.965 aturan regional yang membebani bisnis skala kecil, menengah, maupun besar. Ia menilai itu sebuah langkah progresif untuk memperbaiki iklim berusaha di Indonesia.

Indonesia, sebut Luhut, tengah mendorong investasi di bidang kesehatan, yang dilakukan dengan memberikan otonomi yang lebih luas di sektor bahan baku aktif farmasi (active pharmaceutical ingredients) dan investasi rumah sakit.

“Lebih dari 600 ribu 'wisatawan medis' asal Indonesia berobat ke Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Thailand, dan lain-lain. Mereka menghabiskan miliaran dolar pertahun di luar negeri. Kenapa tidak kita buka lebih banyak RS Internasional di Indonesia. Semangatnya adalah mengamankan devisa" jelas Luhut.

Luhiut juga menerangkan, Indonesia juga sedang mengembangkan industri baterai lithium berbahan baku seperti, nikel, kobalt, bauksit, dan tembaga. Baterai Lithium akan semakin banyak digunakan di masa depan, seperti untuk mobil elektrik, microgrids, dan produk elektronik.

Terakhir, Luhut menutup sambutannya dengan harapan agar tahun depan kondisi global sudah pulih sehingga aktifitas kerjasama antara kedua negara pun bisa kembali normal.

"Jika seluruh dunia bersatu, kita akan mampu mengatasi krisis ini lebih kuat dari sebelumnya," pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Vice Chair of the Board of Councilor Keidanren and Chairman of the Board NEC Corporation, Chairman Asia-Pacific Committee of German Business, Director Program Asia European Council on Foreign Relations, Chairman Munich Security Conference, Menteri Keuangan Australia, dan lainnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT