19 October 2020, 19:25 WIB

Setelah Pagai, Gempa Magnitudo 5,4 Landa Pulau Simeulue


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

SETELAH Pulau Pagai Selatan, Sumbar, gempa tektonik juga menguncang wilayah Pantai Barat Pulau Sumatra tepatnya di Pulau Simeulue dengan magnitudo 5,4 sekira pukul 16.38 WIB, Senin (19/10). Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,2.

"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,88 LU dan 96,23 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 49 km arah Utara Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh pada kedalaman 10 km," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, dalam keterangan tertulisnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, sahut Rahmat, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi di bawah Pulau Sumatra.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike-slip fault," sebutnya.

Dia menjelaskan guncangan gempabumi ini dirasakan di Tapaktuan III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Banda Aceh II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," jelasnya.

Sementara itu, hingga pukul 17.30 WIB, telah terjadi 1 kali aktivitas gempabumi susulan atau aftershock dengan magnitudo M=3,2. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Begitu juga menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," pungkasnya.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (H-2)

BERITA TERKAIT