19 October 2020, 14:50 WIB

Pemilihan RW saja lewat Daring, Pilkada kenapa tidak?


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

ADANYA pandemi covid-19 (korona) yang berkepanjangan di Indonesia membuat banyak kegiatan maupun aktivitas warga dibatasi. Warga tidak diperkenankan berkumpul dalam keramaian demi menghindari penularan covid-19.

Hal inilah yang menuntut masyarakat untuk kreatif dan berinovasi. Salah satunya ialah saat ada pemilihan Ketua RW. Jika biasanya pemilihan dilakukan secara tatap muka dan berkumpul dalam satu titik, kali ini warga RW 7 Kelurahan Jati Cempaka, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, melakukannya dengan cara berbeda.

Dengan memanfaatkan teknologi, pemilihan RW di tengah pandemi tetap dijalankan warga RW 7 dengan cara daring. Apakah perlu berkumpul? Tentu saja tidak. Warga cukup memilih calon pilihannya melalui gawai mereka masing-masing dari rumah.

Ketua Panitia pemilihan ketua RW 7 secara daring, Kodriana, menuturkan dirinya berinisiatif melakukan pemilihan daring agar menghindari adanya klaster baru covid-19 di daerahnya.

"Jadi warga bisa memilih ketua RW dari rumah dengan gadget-nya masing-masing,” ujar Kodriana, kepada Media Indonesia, di lokasi pemilihan Ketua RW 7, Jati Cempaka, Minggu (18/10).

Kodriana mengaku tak kesulitan saat memulai idenya menjalankan pemilihan ketua RW dengan menggunakan daring. Ia membutuhkan waktu satu bulan untuk mempersiapkan pemilihan. Meskipun tak semua warga melek digital, Kodriana mengatakan panitia pemilihan dapat membantu warga yang kesusahan memilih lewat daring.

“Pemilih yang sudah berusia lanjut biasanya akan dibantu oleh anak, atau keluarganya. Kami (panitia) di sini juga bakal membantu warga yang belum bisa,” ucap Kodriana.

Caranya pemilihan ini dimulai dengan pendataan calon pemilih. Di Jati Cempaka terdapat 812 warga pemilih. Setelah didata, pemilih kemudian mendapat token atau password.

"Cukup mudah kok untuk warga bisa bersuara via daring, kita cukup masukan nomor KK dan masukkan password yang telah diberikan, lalu tinggal pilih calon," tuturnya.

Buah kerja kerasnya untuk menjalankan pemilihan RW via daring berbuah manis. Meski sudah cukup berusia lanjut, Maryati, warga Jati Cempaka mengaku tak mengalami kesulitan saat memilih.

“Saya umur begini kurang paham, tapi kami bisa dibantu anak, cara seperti ini bagus demi mengurangi penyebaran covid-19,” ungkap Maryati.

Di kesempatan berbeda, Sekretaris Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Saifud Daulah, menuturkan bahwa adanya pemilihan RW secara daring menjadi terobosan baru.

“Saya mendorong bahwa ini menjadi role model sehingga ke depan kita tidak boleh dalam kondisi pandemi kemudian proses pemilihan RT dan RW secara langsung. Ketika bisa daring, kenapa tidak?” paparnya.

“Apalagi, kita sudah mendorong pemerintah, untuk mengupayakan bisa dilaksanakan di Kota Bekasi sehingga tidak lagi ada kadanya vakum pemilihan calon ketua baru di tingkat RT maupun RW dengan alasan pandemi,” tambahnya.

Soroti Pilkada Serentak
Saifud pun menyoroti Pilkada serentak 2020 yang rencananya akan diadakan pada bulan Desember 2020. Total daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020 sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

“Kalau memang bisa pilih secara daring, kenapa tidak? Karena ini cukup efesien dan terdapat jaminan masyarakat tetap berpartisipasi secara aktif sehingga menghilangkan satu kondisi di mana masyarakat tidak berperan aktif,” ujarnya.

Namun, Saifud tetap memberikan catatan khusus terkait pemilihan via daring. Salah satunya ialah tingkat keamanan server harus valid sehingga tidak ada lagi bocornya hasil suara atau membuka peluang pihak tertentu untuk curang. (X-12)

BERITA TERKAIT