19 October 2020, 13:30 WIB

14 Perusahaan Raih Kontrak Kembangkan Teknologi ke Bulan


Wisnu AS | Teknologi

NASA mengucurkan US$370 juta untuk kontrak bernama Tipping Point yang dirancang agar astronaut kembali ke bulan dan pergi ke Mars. Pendanaan tersebut tersebar di 15 kontrak dengan 14 perusahaan yang berbeda, termasuk SpaceX, Astrobotic, Lockheed Martin, United Launch Alliance, dan Intuitive Machines.

Hampir 70% dari uang tersebut dialokasikan untuk pengelolaan cairan kriogenik seperti hidrogen cair dan oksigen cair. SpaceX, misalnya, akan mendapatkan US$53 juta untuk demonstrasi di luar angkasa yang akan mengirim 11 ton oksigen cair antar tangki pada salah satu pesawat Starship generasi berikutnya.

Itu memungkinkan roket dan pesawat ruang angkasa mengisi tangki bahan bakar mereka di orbit dan tempat lain di luar Bumi. Kemampuan ini diperlukan untuk perwujudan keberadaan manusia yang berkelanjutan dan berjangka panjang di bulan dan sekitarnya. Ini merupakan tujuan utama program Artemis dalam eksplorasi berawak di bulan.

Tidak semua kontrak besar ditujukan untuk penyimpanan dan penanganan propelan. Misalnya, Intuitive Machines akan menerbangkan misi robotik ke permukaan bulan untuk NASA pada tahun depan. Perusahaan ini meraup hampir US$42 juta untuk mengembangkan teknologi pendarat lompat yang dapat digunakan dan mampu membawa muatan kecil setidaknya sejauh 1,5 mil (2,5 kilometer) di bulan.

"Kontrak Tipping Point bertujuan memacu teknologi yang berpotensi transformatif dan benar-benar melampaui batas," kata Administrator NASA Jim Bridenstine, baru-baru ini, dalam presentasinya di konferensi Konsorsium Inovasi Permukaan Bulan.

Dana US$370 juta merupakan total yang diharapkan. Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA akan bernegosiasi dengan semua penerima dan menghasilkan kontrak harga tetap yang pasti untuk mencakup pekerjaan proyek itu yang berlangsung hingga lima tahun. (Space.com/OL-14)

BERITA TERKAIT