19 October 2020, 09:16 WIB

Internet Bakti Mudahkan Pengamanan Batas Negara di Atambua


mediaindonesia.com | Humaniora

PATROLI PATOK BATAS: Anggota Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider Khusus 744/SYB melakukan patroli patok batas di Belu, Atambua, NTT, Minggu (27/9). Patroli patok merupakan tugas rutin satgas pamtas demi menjaga kedaulatan NKRI. Dalam patroli ini, personel Satgas Pamtas memastikan batas-batas wilayah negara tidak bergeser, rusak ataupun hilang akibat ulah manusia maupun faktor alam.


EKSPEDISI Bakti untuk Negeri ke Nusa Tenggara telah mencapai Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Program kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Informartika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) dengan Media Group News (Metro TV) di Atambua kali ini menggambarkan manfaat internet bagi pasukan pengaman perbatasan dan desa–desa sekitar.

Kabupaten Belu sendiri berbatasan langsung dengan Timor Leste. Di sini, internet berperan penting pada pertahanan negara.

Di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, misalnya. Ketersediaan teknologi dan jaringan internet menjadi syarat mutlak terciptanya koordinasi antarwarga, petugas PLBN, dan aparat TNI untuk kedaulatan masyarakat perbatasan Indonesia.

Baca Juga: Kominfo Perluas Jaringan Internet di Perdesaan

“Internet sangat bermanfaat bagi kami sebagai petugas di perbatasan untuk laporan setiap hari yang tentunya sangat tergantung dari jaringan internet. Kita juga ada grup WhatsApp yang setiap hari harus menyampaikan informasi-informasi terkini terkait kejadian-kejadian di sini,” kata Plt Administrator PLBN Motaain, Elbertus Klau, yang menyebut sejak 2017 sampai sekarang internet di sana selalu stabil.

Di sepanjang perbatasan Indonesia-Timor Leste berdiri beberapa pos penjagaan di bawah komando Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan atau Satgas Pamtas. Salah satunya Pos Damar yang berada tak jauh dari PLBN Motaain.

Komandan Pos Damar, Letda Inf Anggun Wahyu Wuryanto mengatakan, walaupun daerah perbatasan, sinyal GPS di sana baik dan stabil. Dia mengatakan kondisi internet yang baik di perbatasan sangat bermanfaat untuk mengikuti perkembangan-perkembangan yang ada.

Di sisi lain, ketersediaan internet membantu proses pelaporan tim Satgas Pamtas ketika melakukan patroli di patok perbatasan. “Pos Damar mempunyai tanggung jawab untuk menjaga sepuluh patok perbatasan. Selain menjaga patok perbatasan, kita juga antisipasi apabila ada orang-orang pelibas mungkin dari Indonesia mau ke Timor Leste atau sebaliknya yang bersifat ilegal,” jelasnya.

Baca Juga: BAKTI Kominfo Pacu Infrastruktur TIK

Di tapal batas, Satgas Pamtas Pos Damar melakukan pelaporan via online. Pelaporan mengenai kondisi patok dan wilayah di sekitarnya biasanya dilakukan dengan memfoto dan mengirimnya via WhatsApp.

“Internet sangat bermanfaat untuk kita yang berada di Satgas Pamtas karena kita harus memberikan laporan-laporan kepada pimpinan kita dari jajaran yang paling bawah. Tidak hanya laporan berupa kegiatan tetapi bentuk dokumentasi gambar dan video,” ungkap Dansatgas Yonif RK 744/SYB, Letkol Inf Alfat Denny Andrian.

“Selain itu juga bermanfaat untuk keperluan pribadi misalnya ada anggota yang kangen dengan keluarga bisa video call keluarga karena penugasan kita 9 bulan,” imbuhnya.

 

Wujudkan kedaulatan
Melalui koordinasi yang semakin mudah dengan adanya jaringan internet dan kemajuan teknologi komunikasi, aparat TNI melalui Satgas Pamtas menjadi ujung tombak negara untuk membantu warga mewujudkan kedaulatan masyarakat di perbatasan.

Contohnya di Desa Tulakadi yang masih berada di Kecamatan Tafiseto Timur, tak jauh dari PLBN. Selain berfungsi sebagai lokasi bekerja para aparat desa, Kantor Desa Tulakadi juga menjadi pusat belajar daring siswa di masa pandemi karena jaringan internet gratis yang tersedia di sini.

Kepala Desa Tulakadi, Christian Laby Susuk, menyebut internet dari Bakti Kominfo telah terpasang sejak akhir 2018. “Anak-anak setiap hari berkunjung ke Kantor Desa untuk mengakses internet. Dalam seminggu hampir 200-an lebih anak-anak yang berkunjung ke kantor,” ujarnya.

Ketersediaan jaringan internet di perbatasan tak luput dari peran Kemenkominfo sebagai hasil dari pembangunan Palapa Ring yang terpusat di Kota Kupang.

Menurut Kadis Kominfo Belu Johanes Andes Prihatin, sebelumnya beberapa provider yang telah beroperasi di Belu belum sepenuhnya menjangkau perbatasan. Karena itu, lanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan internet di perbatasan, pihaknya meminta bantuan Bakti. Pihaknya menargetkan jaringan internet bisa menjangkau 100% desa dan kecamatan di Kabupaten Belu, terutama di perbatasan, pada 2021. (Ifa/S2-25)

BERITA TERKAIT