19 October 2020, 07:00 WIB

Israel dan Bahrain Resmikan Hubungan Diplomatik


Basuki Eka Purnama | Internasional

ISRAEL dan Bahrain, Minggu (18/10), secara resmi membuka hubungan diplomatik dan menandatangani sejumlah memorandum of understanding (MoU).

Delegasi Israel yang dipimpin Ketua Dewan Keamanan Nasional Meir Ben Shabbat bertolak ke Manama dari Tel Aviv menggunakan penerbangan langsung pertama antara kedua negara untuk secara resmi mewujudkan kesepakatan yang dicapai berkat campur tangan Amerika Serikat (AS) pada 15 September lalu itu.

Perwakilan Israel dan Bahrain, Minggu (18/10), menandatangani dokumen mengenai hubungan bilateral kedua negara disaksikan sejumlah perwakilan negara-negara sahabat dan sejumlah wartawan. Kedua negara juga menyepakati tujuh MoU.

Baca juga: Dubes RI Addis Ababa Ajak Pemuda Tingkatkan Jejaring Internasional

Namun, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa serta putra mahkota dan perdana menteri Bahrain absen dalam upacara peresmian hubungan diplomatik dengan Israel itu.

Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif al-Zayani, dalam upacara itu, mengatakan kesepakatan itu adalah awal dari hubungan antara kedua negara yang akan menciptakan kemajuan di berbagai bidang.

Dia mengatakan keputusan untuk menormalisasi hubungan Israel diambil dengan keyakinan akan nilai-nilai toleransi di kawasan yang warganya menderita akibat perang dan konflik.

Sejumlah langkah diplomasi Washington di Timur Tengah memberikan kemenangan bagi Presiden AS Donald Trump menjelang Pemilu pada November mendatang.

Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin dan asisten khusus Trump untuk negosiasi internasional Avi Berkowitz bertolak ke Tel Aviv untuk bergabung dengan delegasi Israel menuju Manama.

Kedua negara kini bisa membuka kedutaan besar di masing-masing negara. Berkowitz mengatakan Israel akan membuka kedutaan di Manama dalam beberapa bulan ke depan. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT