19 October 2020, 06:48 WIB

Gelombang Capai 4 Meter, Nelayan di Selat Malaka tidak Melaut


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

RATUSAN Nelayan yang biasanya beraktivitas menangkap ikan di perairan Selat Malaka, Provinsi Aceh, berhenti melaut. Pasalnya, sejak dua pekan
terakhir, di perairan setempat terjadi angin kencang dan gelombang tinggi.

Para pencari ikan yang harus berheti melaut itu tersebar di berbagai kawasan pesisir pantai. Misalnya di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Besar, dan Kota Lhokseumawe.

Muslim, nelayan di kawasan Pidie Jeumeurang, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie, kepada Media Indonesia, Minggu (18/10), mengatakan ketinggian gelombang di tengah laut setempat bisa mencapai 4 meter.

Baca juga: Pertanian Modern Bukan Lagi Tanam, Panen lalu Jual

Muslim bersama nelayan lainnya yang bekerja pada satu kapal berukuran sekitar 15-6 meter itu gagal menjaring ikan ke tengah laut.

Mereka mengurungkan niatnya setelah angin kencang dan gelombang tinggi menghantam badan kapal bertubi-tubi.

"Gelombang sebesar rumah terus menerus menghantam kapal. Kami harus balik arah ke daratan. Hanya bisa berlabuh jaring pukan sebentar saja, itu pun tidak bisa terlalu jauh ke tengah" kata Muslim.

Dikatakan Muslim, cuaca buruk sangat berpengaruh terhadap hasil tangkapan nelayan. Mereka yang sering memperoleh dua ton ikan setiap kali berlayar sekarang hanya mendapat 200 kilogram saja.

Bahkan, dalam sepekan ini, sering hanya cukup untuk biaya operasi dan bahan bakar kapal. Namun, mereka tetap berusaha mengarungi gelombang demi menutupi biaya kebutuhan keluarga.

"Tadi pagi, banyak kapal yang sudah siap berlayar. Tapi, karena datang angin dan gelombang, mereka harus batal beraktivitas" tutur seorang nelayan lainnya kepada Media Indonesia, di pelabuhan tempat pendaratan ikan Pasie Jeumerang, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie. (OL-1)

BERITA TERKAIT