19 October 2020, 05:58 WIB

Munas MUI Akan Bahas Sejumlah Fatwa


mediaindonesia.com | Humaniora

MUSYAWARAH Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar November tahun ini akan membahas sejumlah fatwa, selain mengagendakan suksesi kepemimpinan pengurus MUI untuk masa bakti 5 tahun.
  
Ketua Tim Materi Fatwa Munas MUI Asrorun Niam Sholeh dalam keterangan tertulis, Senin (19/10) mengatakan bahwa pembahasan fatwa mengerucut pada tiga bidang yaitu masalah sosial budaya, ibadah ekonomi syariah.

 "Tiga bidang itu juga mencakup rencana fatwa tentang perencanaan haji belia dan dana talangan haji, pengawasan pengelolaan zakat dan zakat perusahaan, wakaf, pemilihan umum, termasuk periode masa bakti presiden, pilkada dan politik dinasti, serta paham komunisme," kata Niam yang juga Sekretaris Komisi Fatwa MUI itu.
   
Selain itu, dalam pembahasan fatwa tersebut juga akan membahas berbagai hal terkait covid-19 seperti vaksin, penanggulangan wabah covid-19, rambu-rambu adaptasi kehidupan baru, pemanfaatan bagian tubuh manusia untuk menjadi bahan pengobatan, dan hal terkait lainnya.

Komisi Fatwa MUI, kata dia, terus menggelar rapat internal mengundang para ahli sampai akhir Oktober untuk membahas rencana fatwa yang sudah difinalisasi. Dengan begitu, dua pekan sebelum munas berlangsung, peserta munas sudah menerima materi draf fatwa dan mendalaminya untuk dibahas pada saat Munas.

baca juga: Banyak Warga tidak Patuhi Fatwa MUI soal Korona 
  
Munas MUI akan digelar pada tanggal 25-28 November 2020 secara daring. Agenda lima tahunan tersebut mundur dari rencana awal yang rencananya diselenggarakan pada pertengahan tahun ini akibat wabah covid-19.
  
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi mengatakan bahwa suksesi Ketum MUI akan dilaksanakan pada pertengahan 2020 melalui Musyawarah Nasional MUI. Hal itu dikatakannya pada akhir 2019 atau jauh hari sebelum pandemi covid-19 melanda seantero dunia, termasuk Indonesia.
  
"Untuk munas yang diagendakan pada tahun 2020 akan dilakukan pergantian kepengurusan, akan dipilih ketum baru," kata Zainut. (Ant/OL-3)

BERITA TERKAIT