19 October 2020, 03:10 WIB

Kasus Global Meningkat, Eropa Berlakukan Pembatasan Baru


Faustinus Nua | Internasional

UNTUK pertama kalinya kasus virus korona (covid-19) global meningkat lebih dari 400 ribu pada Sabtu (17/10/2020). Akibat rekor peningkatan satu hari itu, banyak negara di Eropa memberlakukan pembatasan baru untuk mengekang wabah.

Eropa, yang berhasil memadamkan gelombang infeksi pertama, telah muncul sebagai episentrum covid-19. Dalam beberapa pekan terakhir, kawas an itu melaporkan rata-rata 140 ribu kasus sehari selama seminggu terakhir.

Sebagai sebuah kawasan, Eropa melaporkan lebih banyak kasus harian daripada gabungan India, Brasil, dan Amerika Serikat. Dari setiap 100 infeksi yang dilaporkan di seluruh dunia, 34 berasal dari negaranegara Eropa.

Wilayah tersebut saat ini melaporkan 1 juta infeksi baru setiap sembilan hari dan telah melaporkan lebih dari 6,3 juta kasus sejak pandemi dimulai.

Negara-negara besar Eropa, seperti Inggris, Prancis, Rusia, Belanda, dan Spanyol, menyumbang sekitar setengah dari kasus baru Eropa dalam seminggu hingga 18 Oktober 2020.

Kementerian Kesehatan Prancis melaporkan 25.086 kasus covid-19 yang dikonfirmasikan dalam 24 jam terakhir pada Jumat (16/10), setelah melaporkan rekor 30.621 pada Kamis (15/10/2020).

Beberapa negara Eropa menutup sekolah, membatalkan operasi elektif, dan meminta bantuan medis siswa karena pihak berwenang menghadapi kebangkitan covid-19.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis tidak kehilangan kendali atas virus itu, tetapi ia mengakui negaranya berada dalam situasi mengkhawatirkan.

“Masyarakat yang biasa bepergian di bawah jam malam kini harus melupakannya. Namun, perjalanan penting masih diperbolehkan. Siapa pun yang melanggar jam malam akan didenda 135 euro (Rp2,3 juta),” katanya.

Rusia dan Republik Ceko memindahkan siswa mereka ke pembelajaran daring dan Irlandia Utara menutup sekolah selama dua minggu serta restoran selama empat minggu. Di Spanyol, bar dan restoran tutup selama 15 hari dan jumlah orang yang diizinkan berada di toko dibatasi.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan perlunya aksi bersama untuk mencegah jutaan orang jatuh ke kemiskinan dan kelaparan.

“Jauh lebih banyak hal dapat dilakukan jika negara-negara bergotong royong memerangi penyakit virus korona, yang telah menelan lebih dari 1 juta jiwa secara global,” jujar mantan perdana menteri Portugal itu. (Van/CNA/Ant/X-7)

BERITA TERKAIT