19 October 2020, 05:33 WIB

Rins Tegaskan tidak Mudah Raih Kemenangan di Aragon


Basuki Eka Purnama | Olahraga

ALEX  Rins meraih kemenangan ketiganya di MotoGP setelah menjuarai Grand Prix Aragon, Spanyol, Minggu (18/10). Namun, ia mengaku harus bekerja lebih keras dari penampilan gemilangnya di Austin dan Silverstone, tahun lalu.

Tiada drama di lap pembuka dan Rins tidak membuang waktu untuk menyerang sejak start.

Terbukti, pembalap Spanyol itu hanya butuh lima lap untuk melesat dari posisi start sepuluh ke peringkat dua, membuntuti Maverick Vinales yang memimpin lomba.

Baca juga: Perebutan Gelar Juara Dunia makin Sengit

Hingga di tikungan terakhir jelang lap ke sembilan, Rins mengambil alih pimpinan lomba dari sang pembalap Yamaha itu hingga finis pertama di balapan sepanjang 23 putaran itu.

Namun, pembalap berusia 24 tahun itu sebenarnya was-was berada di depan dalam waktu yang cukup lama, tidak seperti ketika ia meraih dua kemenangan pertamanya tahun lalu lewat manuver jelang akhir balapan.

"Ini adalah balapan pertama yang aku menangi dengan memimpin lomba. Dua kemenangan sebelumnya diraih setelah bertarung dengan Valentino (Rossi) dan Marc (Marquez)," kata Rins di sesi jumpa pers pascalomba seperti dilansir MotoGP.

"Balapan kali ini sedikit lebih sulit karena Anda mudah melakukan kesalahan ketika memimpin lomba, tapi aku mencoba tetap tenang dan membalap cukup baik."

Rins mampu menahan gempuran rookie tim Repsol Honda Alex Marquez yang tampil cepat sejak paruh kedua balapan.

Berbekal kombinasi ban medium-soft, Marquez lebih berani menekan ketimbang duet Suzuki yang memakai kombinasi soft-soft, hingga mampu menyodok ke posisi kedua setelah menyalip Joan Mir dengan lima lap tersisa.

Perburuan gelar juara Grand Prix perdana sang rookie berlanjut dan mulai mendekat 0,3 detik dari Rins yang mencoba bertahan di depan.

Rins mendapat sedikit ruang bernafas setelah runner-up Grand Prix Prancis itu melakukan kesalahan dan melebar di Tikungan 1, hingga sang pembalap Suzuki finis pertama dengan jarak 0,263 detik.

Marquez, yang bakal digeser Pol Espargaro dari tim Repsol Honda ke tim satelit LCR Honda tahun depan, membuktikan diri sudah mampu menaklukkan motor RC213V dengan dua kali finis runner-up secara beruntun musim ini.

"Ini cukup sulit karena aku melihat Joan dan Alex mereka datang sangat cepat, tapi aku mencoba menjaga ketenangan dan ban untuk akhir balapan karena membalap dengan ban belakang soft itu tidak mudah menjaga umur ban tetap konstan," ujar Marquez.

"Tim melakukan tugasnya dengan sangat baik, kami mendapat banyak podium. Mereka bekerja sangat keras musim ini dan tentunya mereka menginginkan kemenangan ini. Dan pada akhirnya hal itu tiba," lanjutnya.

Mir melengkapi podium di tempat ketiga untuk Suzuki sekaligus mengambil alih pimpinan klasemen dari Fabio Quartararo yang hari itu finis di luar zona poin.

Mir kini mengemas total 121 poin, unggul enam poin dari pembalap tim Petronas Yamaha itu dengan empat balapan tersisa.

Sedangkan Rins di peringkat tujuh dengan raihan 85 poin.

Dengan hasil itu, terlihat Suzuki sebagai tim paling konsisten, lima kali naik podium di tujuh balapan terakhir, untuk menjadi penantang serius gelar juara tahun ini. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT