19 October 2020, 03:40 WIB

Berharap Bansos Bangkitkan Perekonomian Pulau Dewata


(RS/OL/N-2) | Nusantara

BALI itu cantik di mata banyak pihak. Karena itu, ketika pandemi merebak, 'Pulau Dewata' mendapat perhatian khusus.

"Untuk kedua kalinya saya datang ke Bali. Wabah covid-19 sangat berdampak pada pariwisata yang menjadi andalan daerah dan penduduk di sini," ujar Menteri Sosial Juliari P Batubara, saat datang ke 'Pulau Dewata' bersama Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, akhir pekan lalu.

Bali sudah mendapat kucuran bantuan sosial dari Kementerian Sosial hampir Rp1 triliun. Namun, Mensos menilai roda perekonomian daerah ini belum sepenuhnya bergerak, seperti yang diharapkan pemerintah dengan meluncurkan bansos.

"Lalu lintas sangat lancar. Beda dengan dulu. Kalau Bali normal butuh waktu lebih lama menuju suatu tempat, karena lalu lintasnya padat," papar Juliari.

Mensos mengakui sektor pariwisata sangat terpukul. Padahal sektor ini banyak menjadi gantungan hidup bagi industri kecil dan sektor rumah tangga.

Ia berharap, dengan dana yang disalurkan, penerima manfaat bisa segera membelanjakan ke warung terdekat. Demikian pula dengan bansos pangan, pasokan kemuditasnya bisa disediakan dari pemasok lokal.

"Dengan demikian, bansos bisa menimbulkan efek domino bagi perekonomian lokal. Kalau ini bisa terjadi di berbagai daerah di Tanah Air, akan mergerakkan ekonomi berskala nasional," tandasnya.

Ia memastikan pemerintah mengambil langkah serius mendorong pemulihan ekonomi, khususnya sektor pariwisata seperti di Pulau Bali. Bantuan sosial diyakini menjadi salah satu instrumen untuk menggairahkan perekonomian yang terdampak pandemi. (RS/OL/N-2)

BERITA TERKAIT