19 October 2020, 03:32 WIB

Pengungsian Rawan Picu Klaster Baru


Zhi/Put/Ssr/RF/BB/BK/X-6 | Nusantara

DI tengah pandemi covid-19 yang belum berakhir, negeri ini diprediksi bakal diterpa bencana lain yang tidak boleh dipandang remeh.

Dalam sebuah keterangan resmi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, badai La Nina dalam beberapa hari terakhir tengah teraktivasi di Pasifik Timur. Kondisi itu diyakini dapat memicu frekuensi dan curah hujan di wilayah Indonesia, beberapa bulan mendatang.

Dampaknya, curah hujan akan menjadi jauh lebih tinggi. Banjir dan tanah longsor pun mengancam. Jika tidak diantisipasi dan dimitigasi dengan baik, bencana yang terjadi di tengah pandemi itu bakal memperburuk situasi.

Apalagi, banjir dan tanah longsor kerap memicu pengungsian masif dan sarat kerumunan. Kluster baru penularan covid-19 di tengah pengungsian pun harus dicegah.

Dalam konteks itu, Satgas Penanganan Covid-19 pun meminta pemerintah daerah yang diprediksi akan diterpa bencana hidrometeorologi untuk memitigasi keadaan dan bersinergi dengan lembaga daerah TNI, Polri, serta masyarakat.

“Upaya mitigasi bencana perlu disiapkan dengan matang oleh pemerintah daerah dan pihak-pihak yang terkait. Hal ini bertujuan untuk menekan penularan covid-19 di lokasi pengungsian,” cetus juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, kemarin.

Wiku pun mendorong agar protokol kesehatan di tengah bencana hidrometeorologi ditegakkan (lihat grafis). Kepada masyarakat, Satgas mengimbau masyarakat, jika tidak terpaksa, untuk menghindari lokasi pengungsian di tenda. “Manfaatkan tempat-tempat penginapan yang terdekat sebagai lokasi pengungsian,” tegas Wiku.

Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria atau Ariza pun mengakui bencana banjir saat pandemi akan memperburuk keadaan.

Di satu sisi, banjir harus dikendalikan, di sisi lain, warga yang tertular covid-19 tidak boleh bertambah masif.

Terkait banjir, Pemprov DKI akan melanjutkan pengerjaan Grebek Lumpur. Pengerukan lumpur dengan alat berat maupun manual akan digalakkan. Paralel dengan hal itu, Pemprov, tambah Ariza, akan terus mengingatkan pentingnya disiplin protokol kesehatan.

Sebelumnya, Deputi Bidang Meteo rologi BKMG, Guswanto meminta masyarakat mewaspadai dampak yang dapat ditimbulkan kondisi cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang, pohon tumbang yang diprediksi terjadi satu pekan mendatang. (Zhi/Put/Ssr/RF/BB/BK/X-6)

BERITA TERKAIT