19 October 2020, 08:00 WIB

Manusia Berperan atas Punahnya Satwa Endemik di Madagaskar


Bagus Pradana | Weekend

SELAIN kekeringan panjang, para peneliti menduga kepunahan beberapa satwa raksasa penghuni Pulau Madagaskar dan Mascarene, di Australia, juga disebabkan karena ulah manusia.

Satwa-satwa raksasa endemik seperti burung dodo dan kura-kura raksasa terbukti dapat bertahan selama ribuan tahun meski harus menghadapi kekeringan panjang di dua pulau tersebut. Tapi, setelah manusia datang, populasi mereka menurun tajam hanya dalam dua abad.  Demikian kesimpulan para peneliti dari Universitas Innsbruck, Austria, seperti dilansir dari dailymail.co.uk, Jumat (16/10) lalu.

Dalam menganalisis penyebab kepunahan tersebut, para peneliti kemudian mempelajari data iklim dan deposit mineral di Madagaskar dan Mascarene sejak 8.000 tahun terakhir.

Hanying Li selaku peneliti utama yang menjadi penanggung jawab penelitian tersebut berhasil merekonstruksi tren iklim dan skala milenial yang terdapat pada endapan kalsit di gua La Vierge di Pulau Mascarene. Endapan ini mewakili catatan iklim wilayah secara lebih luas yang terjadi di pulau tersebut.

Dengan menggunakan data proksi ini, para peneliti menentukan periode kondisi kering dan basah, dan mengamati banyak tren kekeringan yang terjadi di Madagaskar dan Mascarene.

Para peneliti mendapat hasil yang cukup mengejutkan, karena ternyata tren pengeringan (kemarau) yang terjadi pada periode di mana satwa-satwa raksasa ini punah, ternyata tidak separah bila dibandingkan dengan kekeringan yang terjadi pada periode Holosen akhir.

Dari hasil analisis tersebut para peneliti berkesimpulan bahwa sebenarnya satwa-satwa ini telah dapat bertahan hidup melewati perubahan iklim yang terjadi.

Tanpa menafikan faktor perubahan iklim yang terjadi di dua pulau tersebut, para peneliti kemudian mulai mempertimbangkan dampak dari gerakan kolonialisasi yang dilakukan manusia sebagai salah satu kontributor utama penyebab kepunahan satwa-satwa raksasa di  Madagaskar dan Mascarene.

Hampir semua satwa raksasa di Madagaskar - termasuk burung dodo yang terkenal, lemur seukuran gorila, kura-kura raksasa, dan burung gajah yang tingginya 9 kaki (2,7 meter), lenyap setelah kedatangan manusia di pulau tersebut.

Cerita yang sama pun terjadi di Mascarene, pulau di sebelah timur Madagaskar. Pulau ini termasuk pulau terakhir di bumi yang dijajah oleh manusia. Menariknya, populasi satwa endemik di pulau ini menyusut tajam hanya dalam dua abad terakhir setelah pemukiman manusia berdiri di pulau ini, aku tim peneliti.

 Ashish Sinha, profesor ilmu bumi dari California State University, cukup kritis merespons penelitian ini. Kata dia aktivitas manusia adalah penyebab utama kepunahan yang terjadi di Madagaskar. “Catatan menunjukkan itulah (ulah manusia)  masalahnya."

Hasil penelitian ini juga dapat dibaca di jurnal Science Advances yang terbit pada Jumat (16/10) lalu. (M-4)

BERITA TERKAIT