19 October 2020, 01:55 WIB

Armenia-Azerbaijan saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata Baru


MI | Internasional

ARMENIA dan Azerbaijan pada Minggu menuduh satu sama lain karena melanggar gencatan senjata kemanusiaan baru dalam memperebutkan daerah kantong pegunungan Nagorno-Karabakh, beberapa jam setelah disepakati.

Gencatan senjata yang dicapai pada Sabtu mulai berlaku pada tengah malam setelah gencatan senjata baru yang ditengahi Rusia selama seminggu gagal menghentikan pertempuran terburuk di Kaukasus Selatan sejak 1990-an.

Kementerian pertahanan Armenia mengatakan tentara Azerbaijan telah menembak dua kali pada malam hari dan menggunakan artileri. Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan, “Musuh menembak di sekitar Kota Jabrail serta desa-desa di wilayah ini menggunakan mortir dan artileri.” 

Ia menambahkan bahwa tentara Azerbaijan melakukan tindakan pembalasan yang memadai. Pada Sabtu, Azerbaijan menuduh Armenia menyerang Ganja, kota terbesar kedua, dengan rudal balistik, yang menewaskan sedikitnya 13 warga sipil dan melukai 50 orang lainnya.

Perjanjian baru telah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Armenia dan Azerbaijan menyusul panggilan telepon antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan mitranya. Lavrov sangat mendesak negara-negara tersebut untuk mematuhi kesepakatan Moskow.

Pejabat Azerbaijan mengatakan rudal Scud buatan Soviet menghancurkan atau merusak sekitar 20 bangunan tempat tinggal di Ganja dalam semalam, dan pekerja darurat menghabiskan berjam-jam mencari korban dan penyintas di reruntuhan.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengecam serangan rudal itu sebagai kejahatan perang dan memperingatkan pemimpin Armenia bahwa serangan itu akan menghadapi konsekuensi. “Azerbaijan akan memberikan tanggapan dan akan melakukannya secara eksklusif di medan perang,” kata Aliyev. (The Guardian/Van/I-1)


 

BERITA TERKAIT