19 October 2020, 01:35 WIB

Menghidupkan lagi Budaya Dongeng


MI | Humaniora

SEJAK maraknya penggunaan gawai di masyarakat, tak terkecuali anak-anak, aktivitas mendongeng mulai terlupakan. Padahal, mendongeng dapat memberikan dampak positif bagi anak, juga mempererat hubungan antara orangtua dan anak.

Berangkat dari keresahan tersebut, Emmanuella Mila berinisiatif untuk menghidupkan kembali kebiasaan mendongeng. Berbekal  kecintaannya mendongeng, Mila memutuskan keluar dari perusahaan tempatnya bekerja pada 2010 silam dan berkeliling ke panti asuhan, rumah singgah, dan sekolah-sekolah kolong langit untuk mendongeng.

“Dulu saya hidup dengan dongeng dari ayah saya. Nah, saya ingin menegenalkan lagi kebiasaan mendongeng kepada anak dan orangtua,” tutur Mila kepada Media Indonesia, Minggu (18/10).

Selain membawakan cerita rakyat Indonesia dan dongeng-dongeng dunia, Mila juga banyak menulis dongeng sendiri dan membacakannya kepada anakanak. Aktivitas Mila mendongeng ke berbagai tempat kemudian diunggahnya ke media sosial pribadinya.

Dari sana, banyak kawankawan dan bahkan orangorang yang tidak dikenalnya tertarik untuk bergabung mendongeng bersama Mila.
Dari situlah Komunitas Rumah Dongeng Pelangi terbentuk. Sejak 2010 silam, telah terkumpul sebanyak 200 relawan dari seluruh Indonesia bergabung bersama Mila di Rumah Dongeng Pelangi.

Selama pandemi covid-19, Rumah Dongeng tetap eksis dengan jalan-jalan virtual dan dongeng musikal yang dilakukan lewat zoom dan media sosial. “Semangat membaca dan mendongeng harus tetap ditumbuhkan. Sebab, anakanak harus tumbuh dengan cerita-cerita yang membahagiakan,” tandasnya. (Atalya Puspa/H-2)
 

BERITA TERKAIT