18 October 2020, 21:15 WIB

Tetap Berlatih Karate di Masa Pandemi


Ade Alawi | Olahraga

MASA pandemi covid-19 bukan alasan untuk menghentikan aktivitas olah raga. Gaga Poren, nama klub Karate di Larangan Selatan, Kota Tangerang, Banten, menggelar latihan karate di lapangan gedung Makarya, Larangan Selatan, minggu (18/10).

Sekitar 50 peserta dengan serius mengikuti setiap gerakan pelatihnya, Mursalin. “Latihan memang tidak seintensif semasa normal, namun di masa pandemi covid-19 kami menerapkan protokol secara ketat, seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan tidak bersentuhan satu sama lainnya,” kata Sensei Alin, sapaan akrabnya.

Dia mengaku tidak segan untuk menghukumnya anak didiknya dengan push up jika melanggar protokol kesehatannya. “Protokol kesehatan ngak bisa ditawar lagi di masa korona,” ujarnya.

Dalam pandangan peserta pelatihan karate, mereka mengaku tidak masalah dengan ketentuan protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat dalam latihan. “Saya sangat senang bisa latihan karate. Bisa ketemu juga dengan teman-teman. Yang lebih penting saya bisa berolahraga,” tutur Nareswari Ayu Cetta (9) sembari tersenyum.

Baca juga : Jalani Isolasi Mandiri, the Doctor Absen di MotoGP Teruel

Hal senada disampaikan Kenzie (11). Latihan karate, menurutnya, sangat menyenangkan karena kebanyakan berada di rumah selama covid-19. Belajar juga dilakukan secara daring. “Meskipun banyak aturan yang diterapkan, saya semangat mengikuti latihan,” cetusnya.

Durasi latihan karate Klub Gaga Poren selama covid-19 berlangsung lebih singkat, dua jam. Jika masa di masa normal berjalan tiga jam. Seorang ibu yang mendampingi anaknya latihan, Dwi Sunarsih, menyambut baik latihan karate di masa covid-19. “Anak-anak jadi tercerahkan dengan latihan karate ini. Sebab, anak-anak kan selama ini banyak di rumah. Sudah lama ngak ke sekolah sejak munculnya korona pada maret lalu,” katanya.

Di sisi lain, beladiri sangat penting diajarkan untuk anak-anak. “Beladiri (karate) selain penting untuk menjaga diri, juga melatih mental, sportivitas, motorik, dan meningkatkan kemampuan sosialisasi anak-anak,” pungkas Dwi Sunarsih. (OL-2)

BERITA TERKAIT