18 October 2020, 20:41 WIB

Asah Berpikir Kritis, Kemendikbud Gelar Lomba Debat


Syarief Oebaidillah | Humaniora

KEMENDIKBUD kembali menggelar Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National School Debating Championship (NSDC) untuk jenjang SMA.

Even ini diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud di, Bandung tanggal 17 -21 Oktober 2020 untuk LDBI dan NSDC tanggal 23 - 27 Oktober 2020.

Sebanyak 3100 peserta LDBI dan 2200 peserta NSDC telah mengikuti seleksi tingkat provinsi hingga akhirnya 105 peserta LDBI dan 105 peserta NSDC berhasil melenggang ke kompetisi tingkat nasional. yang mewakili tim dari 34 provinsi di seluruh Indonesia dan Sekolah Indonesia Luar Negeri

Dalam situasi pandemi seperti ini, ketika seleksi dan kompetisi seluruhnya dilakukan secara virtual, sangat besar peran serta seluruh orang tua, guru, pembimbing, dan keluarga dalam mendukung dan membangun semangat para siswa berprestasi dalam mengikuti LDBI dan NSDC.

Selain untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menyampaikan pendapat dan berlatih menjadi pendengar yang baik dengan lawan bicara, LDBI dan NSDC juga bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, konstruktif dan responsif terhadap isu-isu aktual yang sedang berkembang tingkat nasional maupun internasional.

Plt. Kepala Puspresnaa Kemendikbud Asep Sukmayadi mengatakan, pada pandemi ini keterampilan pemecahan masalah, berpikir kreatif dan kritis menjadi salah satu modal untuk memiliki daya tahan dan daya saing dalam menghadapi perubahan yang begitu cepat.

Baca juga : Telibatnya Pelajar dalam Unjukrasa Buah Pendidikan Bermasalah

“Melalui keterampilan berpikir kritis kita akan dilatih untuk memiliki elemen dasar dalam memecahkan masalah, yaitu Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, dan Overview,” ungkap Asep melalui keterangan tertulis yang diterima hari ini.

Ia meyakini, para peserta LDBI dan NSDC memiliki kemampuan menjadi individu yang lebih tangguh dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan yang menghadang di depan mata.

“Adik-adik akan manjadi embrio dari lahirnya advokat-advokat masa depan Indonesia yang akan mengawal perubahan yang dikehendaki bangsa ini melalui kekuatan pikiran, kekuatan reasoning, dan kekuatan kompetensi yang bisa dimiliki, apapun nanti profesi yang akan digeluti,” imbuhnya.

Sebelum secara resmi membuka LDBI dan NSDC, Asep berpesan kepada para peserta agar tetap menjunjung tinggi kejujuran dalam berkompetisi karena sesungguhnya seorang pemenang bukanlah mereka yang hanya memiliki kopetensi unggul juga mereka yang memiliki integritas dan karakter mulia.

Dari kompetisi NSDC ini, 25 best speaker (pembicara terbaik) akan diikutkan dalam training camp seleksi delegasi Indonesia untuk WSDC 2021. ( RO/OL-2)

 

BERITA TERKAIT