18 October 2020, 15:55 WIB

DPR Desak Penegak Hukum Tindaklanjuti Hasil Kerja TGPF


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

TIM Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya telah selesai melakukan investigasi kematian pendeta Yeremias Zanambani. Hasilnya mesti menjadi landasan bagi penegak hukum mengungkap pelaku dan memberikan keadilan bagi keluarga serta masyarakat Papua.

"Betul, jadi siapa pun pelakunya harus mendapatkan hukuman setimpal dan memberikan keadilan bagi keluarga korban dan masyarakat Papua," ujar anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha kepada Media Indonesia, Minggu (18/10).

Menurut Tamliha, TGPF telah bekerja di Intan Jaya, Papua, untuk menelusuri penyebab kematian pendeta Yeremias Zanambani dalam rentetan kasus penembakan pada 16-20 September lalu. Bahkan tim bentukan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD ini sempat mendapat teror dan serangan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Mereka masih bekerja keras untuk mengungkap fakta yang sesungguhnya. Keterlambatan tersebut juga disebabkan Minggu yang lalu mereka dihadang oleh kelompok sipil bersenjata yang mungkin tidak menghendaki fakta sesungguhnya terbuka," paparnya.

Tamliha mengatakan, hasil kerja TGPF perlu disikapi serius oleh penegak hukum melalui penyelidikan dan penyidikan lebih dalam mengungkap pelakunya. "Tentu dong. Tapi kita mesti bersabar menunggu hasil investigasi TGPF," katanya.

Tamliha pun menyarankan kepada pemerintah dalam mengentaskan masalah keamanan di 'Bumi Cendrawasih' mesti komprehensif. "Kepada kelompok sipil bersenjata tentu lah dicoba untuk berdialog, namun pendekatan militer adalah jalan terakhir untuk menciptakan keamanan bagi masyarakat di Papua," pungkasnya.

TGPF telah merampungkan hasil investigasi penembakan yang menewaskan pendeta Yeremias. Laporan hasilnya akan disampaikan kepada Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Senin (19/10), mundur dari jadwal semula, Sabtu (17/10). 

Laporan itu berisi hasil investigasi TGPF sejak 1 Oktober dengan langsung terjun ke lokasi kejadian perkara di Intan Jaya dan mengumpulkan keterangan dari 42 saksi. (P-2)

BERITA TERKAIT