18 October 2020, 14:55 WIB

Indonesia Jadi Lokasi Uji Klinis III Vaksin Covac buatan Inggris


Zubaedah Hanum | Humaniora

INDONESIA melakukan kerja sama penelitian dan pengembangan vaksin covid-19 dengan Imperial College London (ICL) dan VacEquity Global Health Ltd (VGH). Salah satu yang disepakati adalah uji klinis vaksin Covac yang dilaksanakan paling lambat awal 2021 mendatang.

"Indonesia menyambut baik kerja sama uji klinis Fase III dengan ICL sebagai upaya untuk menanggulangi pandemi covid-19," ucap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr Slamet, MHP, seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Minggu (18/10).

ICL mengembangkan vaksin covid-19 berbasis strand kode genetik RNA sintesis dengan menggunakan teknologi self-amplifying RNA (saRNA).  Slamet berharap uji klinis tersebut dapat segera dilaksanakan paling lambat awal 2021 dengan pertimbangan bahwa Indonesia ingin melakukan vaksinasi pada 2021.

Sebagai gambaran uji klinis vaksin nanti, Professor Robin Shattock, penemu vaksin Covac menyampaikan sejumlah hasil uji klinis fase I dan fase II yang telah selesai dilaksanakan. Menurutnya, ICL telah melakukan uji klinis vaksin Covid-19 yang dihasilkannya kepada 340 orang relawan untuk mengetahui aspek keamanan, serta kemampuan vaksin menginduksi respon imun para relawan yang sehat.

"Keunggulan vaksin yang menggunakan bahan RNA sintesis ini dinilai lebih efektif mengingat 1 liter bahan RNA sintesis dapat digunakan untuk menghasilkan 5 juta dosis," katanya dalam diskusi virtual bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pekan lalu.

Diskusi ini pun menghasilkan kesepakatan untuk menyempurnakan protokol uji klinis yang diharapkan dapat menjadi panduan untuk melaksanakan uji klinis fase III di Indonesia sebelum awal 2021.

Para peneliti sepakat untuk melanjutkan diskusi intensif secara reguler guna menyepakati protokol penelitian dan persiapan pelaksanaan uji klinis bersama. (H-2)

 

BERITA TERKAIT