18 October 2020, 03:20 WIB

Ruslan Guntoro dan Sulastri: Berjualan Minuman Herbal


Bagus Pradana | Weekend

PEMUTUSAN hubungan kerja (PHK) juga pernah dialami pasangan suami istri, Ruslan Guntoro, 64, dan Sulastri, 59, yang berdomisili di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Mereka di-PHK dari perusahaan tekstil tempat mereka bekerja setelah perusahaan tersebut bangkrut pada 2004. Nahasnya pesangon mereka pun tidak dibayar perusahaan saat itu juga, sedangkan mereka harus mencukupi kebutuhan hidup untuk keenam anak yang masih duduk di bangku sekolah.

Untungnya, sebelum di PHK, Ruslan dan Lastri punya usaha sampingan dengan berjualan produk jahe herbal instan. Kala itu, pangsa pasarnya memang masih terbatas.

Setelah tidak bekerja, keduanya pun mulai menggeluti usaha tersebut secara serius dan mulai fokus mengembangkan berbagai macam produk minuman herbal.

“Waktu itu belum punya mesin tumbuk, jadi kami tumbuk sendiri secara manual,” aku Lastri.

Awalnya keduanya kesulitan untuk memperkenalkan produk minum an jahe instan kepada pembeli. Lastri bahkan sempat memasarkan produknya secara door to door keliling Kota Batu hanya untuk menarik pelanggan.

Hingga akhirnya pada 2006, mereka mendapatkan undangan pelatihan wirausaha dari Pemerintah Kota Batu. Pada tahun tersebut keduanya pun mulai mengembangkan varian minuman herbal lain dari berbagai macam bahan, seperti kunyit putih, beras kencur, kunyit asam, jahe, hingga produk andalan mereka, sari alang-alang.

“Waktu itu saya ingat kata atasan saya, katanya sampah saja bisa jadi emas. Sejak saat itu saya ingat-ingat terus dan ternyata benar alangalang ini kan gulma, tapi bisa jadi minuman yang memiliki khasiat alami,” pungkas Ruslan menimpali sang istri.

Kini, setelah usaha mereka berkembang, Ruslan dan Sulastri pun tidak pelit berbagi ilmu. Mereka kemudian mengajak orang lain untuk ikut membuka usaha seperti mereka dengan menginisiasi perkumpulan UMKM yang mereka namai Guyub Rukun Agawe Santoso (GRAS) pada 2007. (Bus/M-4)

BERITA TERKAIT