18 October 2020, 03:15 WIB

Lynda Permatasari: Buka Usaha Katering


Bagus Pradana | Weekend

SAAT krisis moneter pada 1998, Lynda Permatasari harus pasrah di-PHK dari perusahaan multinasional tempatnya bekerja. “Saat itu, saya takutnya bukan main,” ujar Lynda kepada Andy Noya dalam acara Kick Andy Show, Minggu (18/10/2020).

Terpaksa berhenti dari pekerjaan karena suatu kondisi yang tidak menentu merupakan mimpi buruk yang pernah dialami Lynda. Beruntung bagi Lynda, ia mendapat kompensasi pesangon yang cukup, sekitar Rp200 juta.

Uang itu ia gunakan untuk berwirausaha dengan membuka paket katering pernikahan sederhana. Ia melihat potensi yang cukup menjanjikan pada bisnis tersebut. Meskipun saat itu krisis moneter masih terjadi, tetap ada beberapa orang yang ingin mengadakan pesta pernikahan kecil-kecilan.

“Sebenarnya sebelum kerusuhan itu saya sudah usaha kecil-kecilan karena ibu angkat saya pintar memasak. Namun, setelah saya di-PHK, saya kemudian kepikiran untuk membuka usaha paket kate ring bersama ibu saya,” aku perempuan asal Cianjur tersebut.

Memulai usaha dari bawah dan menerapkan strategi marketing yang jitu membuat Lynda kini bisa meningkatkan pangsa pasarnya, dari yang dulunya menyasar pelanggan menengah bawah, lima tahun belakangan ini ia mulai menggaet pelanggan dari kalangan menengah atas dengan cara ‘jemput bola’.

Usaha katering tersebut ia namai Puspita Sawargi. Kini perusahaan itu telah menjadi salah satu vendor katering yang cukup dikenal di Jakarta dengan omzet mencapai miliaran rupiah. Kini ada 20 orang yang bekerja di dapurnya, termasuk para koki serta ada sekitar 50 orang yang ia pekerjakan untuk mengurusi marketing dan kesekretariatan di kantornya. Selama mengawali bisnis tersebut belum pernah ada satu pegawai pun yang ia PHK. Kata Lynda, ia sangat tahu perasaan seorang karyawan ketika diberhentikan dari tempat kerjanya.

“Mungkin kalau saya enggak di-PHK dulu, saya enggak pernah ngerasain jadi bos, enggak ngerasain minum teh sore-sore sambil makan pisang goreng,” pungkas Lynda sembari berkelakar. (Bus/M-4)

BERITA TERKAIT