17 October 2020, 21:38 WIB

Untar Miliki Guru Besar Ilmu Hukum Pertama


Syarief Oebaidillah | Humaniora

AHMAD Sudiro dikukuhkan sebagai profesor atau Guru Besar Ilmu Hukum pertama di Universitas Tarumanagara (Untar), Jakarta. Acara pengukuhan sebagai dipimpin langsung Rektor Untar Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan di Auditorium Kampus Untar Jakarta, Sabtu (17/10).

Pria kelahiran Indramayu ini merupakan sosok akademisi yang berhasil meraih jabatan akademik tertinggi. Ia berasal dari almamater kampus Untar yang merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Jakarta.

"Jabatan akademik profesor merupakan jabatan akademik tertinggi sebagai dosen merupakan puncak karier dosen yang telah dijalani selama waktu tertentu dengan berbagai capaiannya. Kami mengucapkan selamat kepada Prof. Amad Sudiro, semoga beliau dapat terus berprestasi secara akademik dan profesional untuk sumbangsih kepada bangsa dan negara, secara khusus di bidang hukum," kata Agustinus.

Untar sebagai salah satu perguruan tinggi swasta tertua Indonesia telah berakreditasi institusi A berkomitmen memfasilitasi dosen hingga meraih jabatan akademik tertinggi dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

"Saya berharap Prof. Amad Sudiro dapat memotivasi dan membantu dosen lainnya untuk segera memperoleh jabatan Akademik Profesor,” tambah Agustinus.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Dr Anwar Usman pada sambutannya secara virtual mengatakan Untar dan MK telah bekerja sama dalam berbagai kegiatan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk implementasi atau pengamalan amanat nilai konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Beberapa kegiatan rutin yang telah diselenggarakan sebagai wujud jalinan kerja sama adalah Lomba Peradilan Semu Hukum Acara MK yang memperebutkan piala MK, seminar, magang, dan berbagai kegiatan lainnya," ujar Dr. Anwar.

Dalam kesempatan sama, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah III DKI Jakarta Prof Agus Setyo Budi berharap bertambahnya jajaran guru besar di PTS Jakarta akan semakin meningkatkan peran dan fungsi perguruan tinggi di masyarakat.

"Pencapaian seseorang menjadi guru besar sangat prestisius. Motivasi menjadi guru besar bukan aspek materil juga idealisme tinggi dalam memajukan dunia pendidikan di Tanah Air," pungkas Agus yang juga Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu. (RO/R-1)

 

BERITA TERKAIT