17 October 2020, 20:55 WIB

FASI Gelar Lomba Paralayang Virtual Pertama di Dunia


Widhoroso | Olahraga

FEDERASI Aero Sport Indonesia (FASI) Bidang Paralayang membuat terobosan baru dengan mengadakan lomba paralayang virtual yang diklaim menjadi ajang pertama di dunia.

Kegiatan bertajuk 'Virtual Paragliding Festival" ini melombakan nomor ketepatan dan diadakan di enam lokasi yaitu Kampung Toga (Sumedang) dan Gunung Mas (Puncak) di Jawa Barat, Lengkong (Wonosobo) dan Kemuning (Karang Anyar) di Jawa Tengah, Gunung Banyak (Batu) di Jawa Timur, dan Macau Duo (Tanah Datar) di Sumatera Barat, Sabtu (17/10). Pusat kegiatan ini berlangsung di Bukit Kampung Toga, dengan pelaksanaan selama dua hari, yaitu pada 17-18 Oktober.

"Konsep lomba seperti ini belum pernah ada sebelumnya. Peserta cukup memilih lokasi lomba yang terdekat dengan domisilinya, lalu keenam lokasi ini melaksanakan lomba secara bersamaan, dan hasilnya akan terkirim ke pusat data secara 'real-time' untuk menjadi sebuah hasil lomba Virtual Paragliding Festival yang valid", ujar Ketua Paralayang Indonesia Wahyu Yudha.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 400 peserta, sehingga menjadi kegiatan paralayang dengan peserta terbanyak, yang sekaligus dicatatkan ke dalam Museum Rekor Indonesia (rekor MURI). Kegiatan ini juga akan diuji coba ke tingkat yang lebih tinggi, yakni tingkat Asia tahun depan.

"Pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga kegiatan ini menjadi kegiatan dengan peserta terbanyak sepanjang sejarah, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Tahun depan kita akan ekspansi ke tingkat Asia," ujar Marsma Basuki Rochmat, Sekjen PB FASI.

Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol diaktifkannya kembali kegiatan cabang olahraga (cabor) Petualangan, Tantangan & Wisata (PTW), yang terdiri dari lima cabor, yaitu Paragliding, Diving, Rafting, Runningm dan  Hiking. Kelima cabor tersebut telah memiliki buku resmi panduan protokol kesehatan Covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah.(Ant/R-1)

BERITA TERKAIT