17 October 2020, 18:25 WIB

Layanan RSUD Tasikmalaya Kembali Normal Pekan Depan


Kristiadi | Nusantara

PELAYANAN enam poliklinik dan satu ruang rawat di RSUD Soekardjo, Tasikmalaya, masih ditutup sejak Senin (12/10).

Penutupan layanan menyusul ditemukannya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif covid-19. Awalnya, tenaga kesehatan itu mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD).

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata hasilnya positif covid-19. Untuk mengantisipasi penularan virus di lingkungan rumah sakit, dilakukan tes covid-19 terhadap kontak erat dan penutupan layanan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Tasikmalaya Siapkan 40 Ruang Isolasi

"Enam poliklinik yang ditutup sementara mulai dari jantung, THT, mata, kandungan, tumbuh kembang dan EKG, hingga ruang rawat inap kelas VIP Dahlia. Penutupan dilakukan selama 7 hari, tapi tidak dilakukan secara total," jelas Kepala Bidang Pelayanan RSUD Soekardjo Dudang Erawan, Sabtu (17/10).

Selama penutupan, petugas melakukan penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi ruangan. Meski dalam satu kali 24 jam ruangan bisa digunakan, namun layanan tetap ditutup. Sebab, tenaga kesehatan yang bertugas di enam poliklinik dan satu ruang perawatan harus menjalani karantina mandiri.

Baca juga: Dipuji WHO, Vaksin Asal Rusia tidak Dilirik Indonesia

"Tenaga kesehatan melakukan karantina mandiri dan tidak bisa digantikan dengan yang lain lantaran spesialisasi berbeda. Pada Senin (19/10) depan, layanan enam poliklinik dan satu ruang inap kelas VIP bisa kembali dibuka," imbuh Dudang.

Hingga saat ini, ada 5 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif covid-19 dan sudah menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Soekardjo.

"Untuk pasien yang menggunakan BPJS, RSUD Soekardjo telah melakukan koordinasi dengan rumah sakit lain. Kita sudah surati ke BPJS, agar sistem rujukan ke RSUD untuk kasus tertentu dialihkan. Sehingga, pelayanan ke masyarakat tetap berjalan," pungkasnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT