17 October 2020, 17:55 WIB

KPAI Sayangkan Anak-anak Terlibat Demo Omnibus Law


Rahmatul Fajri | Humaniora

KETUA Komisi Perlindungan Anak (KPAI) Susanto menyayangkan adanya pelajar sekolah dasar atau SD yang terlibat dalam demo Omnnibus Law beberapa hari lalu.

Pada demo Omnibus Law yang berujung terjadinya kerusuhan di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat Selasa (13/10) lalu, polisi mengamankan 1.377 orang, termasuk di antaranya lima orang pelajar SD.

Susanto mengatakan harus ada upaya pencegahan dari semua pihak, yakni orang tua, guru, dan pihak sekolah.

"Kami menyayangkan pelibatan anak dalam demonstrasi, karena demostrasi bukan mekanisme menyampaikan pendapat yang tepat untuk anak. Kami berharap semua pihak agar mencegah anak ikut demonstrasi," kata Susanto, melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/10).

Selain itu, Susanto berharap tidak ada pihak yang justru membuat situasi menjadi panas dan memprovokasi pelajar untuk ikut demonstrasi yang mengarah ke kerusuhan.

Ia mengatakan hal itu bisa membayakan keselamatan anak ketika ikut dalam kerusuhan. "Keterlibatan anak-anak dapat membahayakan keselamatan mereka," kata Susanto.

Lebih lanjut, pihaknya terus melakukan upaya advokasi kepada anak yang turut diamankan kepolisian. Lalu, juga melakukan pengawasan bersama dengan Polri dan kementerian terkait.

"Kita berupaya tidak ada anak lain yang ikut demo. Selain itu, kami juga membahas langkah optimalisasi pencegahan dan penanganan anak yang terlibat," kata Susanto. (OL-4)

BERITA TERKAIT