17 October 2020, 16:35 WIB

Satgas Covid-19 Kota Sukabumi Waspadai Klaster Unjuk Rasa


Benny Bastiandy | Nusantara

GELOMBANG aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di Kota Sukabumi, Jawa Barat, sudah beberapa kali dilakukan elemen mahasiswa maupun kalangan buruh. Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 setempat pun mengingatkan para pengunjuk rasa mengedepankan penerapan protokol kesehatan seandainya mereka kembali berdemonstrasi.

"Berkerumunnya para pengunjuk rasa saat demo berlangsung tentu jadi kekhawatiran rentan terpapar covid-19. Apalagi kalau tidak menggunakan masker," kata Juru Bicara Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, Sabtu (17/10).

Ia mengingatkan seandainya nanti terjadi lagi aksi unjuk rasa, para pendemo tetap harus mengedepankan penerapan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan ataupun menggunakan hand sanitizer. Terlebih, saat ini tren laju penyebaran covid-19 di Kota Sukabumi menunjukkan peningkatan cukup signifikan.

"Mudah-mudahan saja tidak terjadi klaster dari aksi unjuk rasa kemarin," ucapnya.

Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi mengingatkan juga potensi penyebaran melalui klaster keluarga. Bisa saja, pembawa virus itu orang tanpa gejala (OTG), tapi kondisi stamina orang yang ada di lingkungan keluarganya sedang turun.

"Yang membawa virus bisa jadi kondisi atau stamina fisiknya bagus. Sebaliknya, kondisi fisik anggota keluarganya tidak bagus. Jadi ini rentan tertular," pungkasnya. (R-1)

 

BERITA TERKAIT