17 October 2020, 12:55 WIB

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Dinilai Tepat dan Membantu


Atikah Ismah Winahyu | Humaniora

Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) merilis hasil survei persepsi publik mengenai Program Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hasil survei menyatakan sebagian besar masyarakat menilai bahwa program bantuan internet gratis merupakan langkah tepat dalam menjawab urgensi di tengah pandemi covid-19.

Direktur Eksekutif ASI Ali Rif'an mengatakan, survei ini bertujuan mengetahui pendapat publik secara nasional terhadap program bantuan kuota data internet yang digagas Kemendikbud. Sebagai sebuah kebijakan, program subsidi kuota data internet ini sempat menuai pro-kontra di masyarakat.

Baca juga: ASN Sasaran Utama Internalisasi Moderasi Beragama

"Data survei menunjukkan, sebanyak 84,7 persen publik menilai bahwa program bantuan internet gratis merupakan langkah tepat dalam menjawab sense of crisis di tengah wabah korona, sementara 13,7 persen menyatakan tidak. Sisanya 1,6 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab," kata Ali Rif'an dalam pernyataan tertulis, Jumat (16/10).

Sementara itu, sebanyak 85,6 persen publik menilai bahwa program bantuan internet gratis meringankan beban ekonomi orang tua pelajar/mahasiswa dalam membeli paket internet, sementara 13,6 persen tidak berpendapat demikian. Sisanya 0,8 persen mengaku tidak tahu/tidak menjawab.

"Sebanyak 63,2 persen publik juga mengaku puas dengan kinerja Pusdatin Kemendikbud dalam menyalurkan bantuan kuota internet, sementara 32,1 persen mengaku tidak puas. Sisanya 4,7 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab," jelasnya.

Survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun jumlah responden dalam survei ini berjumlah 1.000 orang dengan margin of error +/- 3.10 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei ini dilakukan pada 7-11 Oktober 2020 menggunakan metode wawancara yang dilakukan melalui kontak telepon atau menggunakan kuesioner.

Baca juga: Kota dengan Status Zona Merah Dapat Prioritas Vaksin

Para surveyor merupakan mahasiswa atau sederajat dan mendapatkan pelatihan secara intensif di setiap pelaksanaan survei. Validasi sampel data dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui data sensus Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie mengaku senang dengan hasil survei tersebut, sebab bantuan pulsa ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang dihadapi di masa pandemi.

"Yang terpenting, bahwa kebijakan ini membantu pembelajaran jarak jauh di masa pandemi," tuturnya.

"Hal ini menjadi masukan penting bagi kami untuk menyempurnakan pelayanan kepada publik. Koordinasi dan kerja sama kita dengan satuan pendidikan juga para provider," tandasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT