17 October 2020, 09:11 WIB

Selalu Waspada demi Keselamatan Keluarga


Hilda Julaika/J-2 | Megapolitan

LUTHFI Panca, 25, pegawai di salah satu lembaga pemerintahan, masih harus bekerja di kantor saat sebagian karyawan di perusahaan lain justru menjalani rutinitas dari rumah di masa pandemi covid-19.

Kekhawatiran terpapar virus korona memang selalu membayangi. Namun, hal itu diakuinya bisa dicegah apabila tetap tekun menjalankan pola hidup 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Ia bahkan memosisikan diri layaknya orang tanpa gejala (OTG). Tujuannya agar tetap disiplin selama berada di luar ataupun di dalam rumah. “Sehingga benar-benar waspada. Walaupun enggak pernah tahu seberapa besar kita ketat menjaga diri. Tapi setidaknya bisa jaga ke orang di dalam satu rumah,” kata Luthfi , akhir pekan lalu.

Baginya, menerapkan 3M ialah sebuah keniscayaan untuk bisa mengurangi risiko terinfeksi covid-19. Apalagi hingga secara tak sadar menularkan kepada orang terdekat. Selain itu, kesadaran tiap individu dan kerja sama guna menghindari terpapar virus juga sangat diperlukan.

“Misalnya, ketika makan di ruangan harus gantian biar tidak semua buka masker. Di tempat umum juga protokolnya diikutin dan isolasi selama masih tinggal sama orang tua atau orang lain yang satu rumah,” kata dia.

Penerapan 3M, menurut ahli epidemiologi Dicky Budiman, merupakan sebuah keharusan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Itu karena protokol kesehatan ini tindakan yang paling mudah bisa dilakukan siapa saja. Penerapannya sudah terbukti dalam mengurangi potensi terpapar.

“Penerapan 3M ini secara epidemiologis sudah terbukti, peran masyarakat untuk mengurangi kurva pandemi itu tinggi. Sekitar 70% perannya berupa memakai masker, menjaga jarak, dan membiasakan cuci tangan. Ini hanya sebagian upaya yang bisa dilakukan,” ujar Dicky.

Namun, terang dia, 3M saja tentu tidak cukup. Ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan, terutama sesudah beraktivitas di luar rumah. Seperti tidak memasukkan sepatu atau sandal yang dipakai hingga kebiasaan untuk langsung membersihkan diri atau mandi.

Penerapan 3M juga harus diiringi dengan tindakan pemerintah dalam melakukan testing, tracing, dan treatment (3T). Pemerintah perlu menerapkan 3T secara optimal. Jika tidak demikian, Dicky menilai, efektivitas 3M yang dilakukan masyarakat akan rendah.

Hal senada diutarakan anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak. Kunci mencegah diri tertular virus ini ialah ketika sakit wajib menggunakaan masker dan rajin mencuci tangan. Maklum, kebanyakan dari masyarakat tidak menyadari tengah berada di masa inkubasi virus sehingga membuat orang lain justru tertular. “Maka kita yang harus menjaga diri. Mencegahnya sangat mudah, seperti bermasker,
cuci tangan, dan jaga jarak,” pungkasnya. (Hilda Julaika/J-2)

BERITA TERKAIT