17 October 2020, 08:55 WIB

25 Relawan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Mundur


KG/J-1 | Megapolitan

SEBANYAK 25 relawan pemulasaraan jenazah covid-19 di Kota Depok mundur. Penyebabnya, mereka merasa honor yang didapat tidak sebanding dengan risiko tertular covid-19.

Saat ini, honor untuk pemulasaraan setiap jenazah korban covid-19 Rp1,5 juta. Honor itu dibagi 4 atau 5 relawan.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Romulo Hutauruk mengatakan akibat mundurnya para relawan itu, Pemkot Depok mengalami kekurangan tenaga pemulasaraan jenazah.

Saat itu, hanya tersisa 11 relawan yang terdiri atas 7 perempuan dan 4 laki-laki. Selain itu, beban tugas relawan juga semakin berat karena harus siaga selama 24 jam.

“Jadi, ada yang kurang sehat, ada yang karena pekerjaannya responsif 24 jam, jadi banyak yang mengundurkan diri dengan alasan risiko tinggi terhadap kesehatan,” ujarnya.

Ia berharap hal ini bisa menjadi perhatian para pengambil keputusan. Dia pun meminta kesediaan tenaga tambahan untuk ikut bergabung dalam misi kemanusiaan tersebut. Dalam bertugas, para relawan telah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) dan pelatihan selama beberapa hari sebelum akhirnya turun ke lapangan.

“Yang jelas kita masih buka pekerjaan untuk relawan pemulasaraan jenazah covid-19 untuk membantu kita,” tegasnya.

Romulo menjelaskan, pihaknya akan menyuplai vitamin dan memantau kesehatan para relawanan secara berkala. Sebelum bertugas, para relawan ini wajib menjalani tes swab.

“Mereka dibekali tata cara tentang pemandian, penyalatan, hingga aturan memakamkan jenazah yang terpapar virus berbahaya tersebut,” ucapnya.

Diungkapkan Romulo, idealnya relawan pemulasaraan covid-19 tiap kecamatan lima orang atau 55 orang untuk 11 kecamatan. Namun, karena kondisi, hal itu tidak dapat dipenuhi.

Hingga kemarin, jumlah korban meninggal akibat covid-19 di Depok mencapai 168 orang. (KG/J-1)

BERITA TERKAIT