17 October 2020, 08:30 WIB

Penanganan Banjir DKI Dikritik, Wagub Sebut Selalu Ada Progres


Hilda Julaika | Megapolitan

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan penanganan banjir di Jakarta memiliki progres secara bertahap. Terlebih menyelesaikan masalah banjir sudah dipetakan dalam 5 tahun masa kepemimpinan.

Sebelumnya DPRD DKI Jakarta mengatakan penanganan banjir di ibu kota mandek. Karena program utama seperti normalisasi dan naturalisasi sungai tak dilakukan kembali.

"Soal banjir kan sampai tahun kelima ada tahapannya. Konsentrasi nya sampai ke sana makin ke atas. Namun kan harus diperhatikan, ada masalah covid-19 sehingga anggarannya berkurang," kata Riza di Balai Kota, Jumat (16/10) malam.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta bukan berarti berniat tak melakukan pembangunan hal-hal yang berkaitan dengan penanggulangan banjir. Namun, diupayakan membangun secara bertahap. Pihaknya mengklaim ada peningkatan sumber daya manusia dan tata kelola banjir yang kini menjadi fokus Pemprov DKI setiap tahunnya.

Kalau dilihat pada setiap tahunnya, sambung Riza, terdapat peningkatan penanganan banjir yang signifikan. Ia membenarkan debit air semakin tinggi tapi tetap ada progres penanganan. Bisa diamati dari jumlah genangan yang berkurang seiring dengan berkurangnya jumlah pengungsi.

"Kalian kalau lihat datanya dari tahun ke tahun, dari periode-periode, ada peningkatan yang signifikan terkait pengurangan banjir. Memang debit semakin tinggi tapi progresnya sangat kelihatan, Anda lihat jumlah genangannya berkurang. Anda bisa lihat jumlah yang mengungsi yang berkurang semua berkurang terus seiring berjalannya waktu," paparnya.

Baca juga:  Penanganan Banjir Jakarta Mandek, PSI Kritik Anies

Gubernur Anies Baswedan pun telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 52 Tahun 2020 di tengah kondisi pandemi ini. Dengan tetap memastikan ada inventarisasi genangan, melakukan pengerukan, grebek lumpur, membuat sodetan, memastikan pompa air berjalan

"Waduk dan Situ terus kita keruk dengan mengerahkan sumber daya kita yang kita miliki. Teman-teman lihat traktor, eskavator, truk kita bekerja setiap hari untuk memastikan agar volume tabungan air terus bertambah, meningkat. Air dialirkan, sedot, dipindahkan. Lumpur dan tanah dikeruk. Kemudian diperbaiki sungai, waduk, situ, danau dan semuanya," tuturnya.

Sementara untuk sistem peringatan dini diakuinya masih ada keterbatasan. Karena anggaran yang difokuskan pada covid-19.

"Nah itu kan sudah diprogramkan, sudah dimulai, tapi kan anggarannya terbatas. Jadi kemarin perintah Gubernur dengan segala keterbatasan tetap dibuat sistem pengendalian banjir," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT