17 October 2020, 04:50 WIB

Penerapan 3M Membuahkan Hasil


Ruta Suryana | Nusantara

ANGKA kesembuhan pasien covid-19 di sejumlah daerah terus meningkat. Di Kota Denpasar, Bali, sebanyak 52 pasien dinyatakan sembuh.

Angka itu melebihi jumlah kasus baru yang kemarin menimpa 29 orang. "Kasus meninggal nihil," papar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, I Dewa Gede Rai.

Kondisi itu menyemangati tim. Apalagi, berdasarkan data, total pasien sembuh sudah mencapai 2.687 orang atau 90,96% dari jumlah kasus.

"Pasien meninggal 67 orang, atau 2,27% dari total kasus, dan yang masih dirawat ada 200 orang. Klaster keluarga masih mendominasi kasus baru. Karena itu, kami terus mengajak warga waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan gerakan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan)," tandas Dewa Gede.

Kabar serupa juga datang dari Kalimantan Tengah. "Kasus sembuh sudah lebih banyak dari pasien baru," papar Caroline Ivonne, Tim Komunikasi Publik Satgas Covid-19.

Kemarin, di provinsi itu ada 39 warga telah sembuh. Kasus positif baru sebanyak 31 pasien.

"Total kasus terkonfirmasi positif menimpa 4.004 orang, dan 3.405 di antaranya sudah sembuh. Tim satgas terus mengingatkan masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan," jelas Caroline.

Kesembuhan pasien dan minimnya pasien baru juga membuat tiga kecamatan di Kebumen, Jawa Tengah, menapaki zona oranye setelah sebelumnya berada di zona merah.

"Dengan tambahan tiga kecamatan, sekarang sudah ada 14 kecamatan yang berada di zona oranye. Sementara zona kuning di 10 kecamatan dan hijau untuk 2 kecamatan," kata Juru Bicara Satgas, Cokro Aminoto.

 

Tes gratis

Sejumlah kebijakan baik juga diluncurkan para kepala daerah demi penanganan pandemi. Gubernur Viktor Laiskodat, misalnya, memutuskan untuk menggratiskan tes cepat dan tes usap bagi seluruh warga Nusa Tenggara Timur.

Ia yakin kebijakan itu sudah melalui perhitungan matang sehingga tidak terlalu membebani daerah. "Saya sudah hitung dan tidak terlalu banyak pengeluaran."

Dengan kebijakan itu, warga NTT yang akan melakukan perjalanan ke provinsi lain atau siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke daerah lain tidak dibebani dengan anggaran untuk tes cepat atau tes usap.

"Kebijakan ini berlaku untuk warga yang dicurigai terpapar. Jika mereka harus dites usap, tidak perlu membayar," tambah Humas Pemprov NTT, Marius Jelamu.

Sementara itu, Satgas Covid-19 Sulawesi Selatan memperluas pemusatan tempat isolasi mandiri di hotel ke daerah. "Itu berlaku khusus untuk wilayah yang angka kasusnya masih tinggi," ungkap Ketua Tim Ahli Satgas, Prof Ridwan Amiruddin.

Sebelumnya, program itu hanya terpusat di Makassar. "Sebagai upaya percepatan, kami akan memperluasnya ke daerah yang baru beralih dari zona merah ke oranye."

Pejabat Sementara Wali Kota Medan, Sumatra Utara, Arief Sudarto mengaku harus fokus di tiga kecamatan dengan kasus tertinggi. "Kami fokus menangani di Medan Helvetia, Medan Johor, dan Medan Timur. Dua minggu terakhir terjadi penurunan jumlah kasus dan peningkatan angka kesembuhan. Kami harus meningkatkannya dengan fokus di tiga kecamatan." (SS/LD/PO/LN/YP/YH/N-2)

BERITA TERKAIT