17 October 2020, 04:45 WIB

BEI Relaksasi Panyampaian Laporan


(Ant/Try/E-1) | Ekonomi

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan beberapa relaksasi batas waktu penyampaian laporan keuangan bagi perusahaan tercatat dan penerbit efek di masa pandemi.

"Relaksasi ini sebagai upaya dalam mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru agar pelaku usaha, serta masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan covid-19," kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam pernyataan di Jakarta, kemarin.

BEI memberikan relaksasi berupa perpanjangan batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan, laporan tahunan, dan laporan keuangan triwulan I, bagi perusahaan tercatat dan penerbit melalui SPE-IDXnet.

Perpanjangan diberikan selama dua bulan dari batas waktu penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam peraturan bursa.

Selain itu, perpanjangan batas waktu penyampaian laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan triwulan III, bagi perusahaan tercatat dan penerbit melalui SPE-IDXnet, yaitu selama satu bulan dari batas waktu penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam peraturan bursa.

Sehubungan dengan perpanjangan batas waktu sebagaimana dimaksud, BEI menyesuaikan pengenaan notasi khusus bagi perusahaan tercatat.

Sementara itu, kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)ditutup melemah tipis seiring pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan kesepakatan stimulus lanjutan di Amerika Serikat.

IHSG ditutup melemah 1,74 poin atau 0,03% ke posisi 5.103,41, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,57 poin atau 0,07% menjadi 783,45.

"Market masih wait and see berkaitan dengan program stimulus AS yang belum cair lantaran dinamika politik yang terjadi antara eksekutif dan legislatif. Adanya ketidakpastian hasil negosiasi pasca-Brexit juga memengaruhi perilaku market," kata analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta.

Dalam perdagangan kemarin, saham BRI Syariah (BRIS) menjadi saham yang cukup ramai diperdagangkan. Setelah sempat hingga menembus batas auto rejection bawah (ARB) di Rp1.220, saham BRIS menunjukkan perlawan balik pada sesi 2. Saham BRIS akhirnya ditutup naik 85 poin atau 6,94% di level Rp1.395.

Kenaikan saham Astra Internasional sebesar Rp190 ke posisi ke Rp4.930 menjadi penahan IHSG sehingga tidak terkoreksi terlampau dalam. (Ant/Try/E-1)

BERITA TERKAIT