17 October 2020, 04:05 WIB

Tangani Covid-19 di Pesantren Tim Satgas Diterjunkan


(Aiw/X-6) | Nusantara

SEJUMLAH santri di beberapa pesantren dilaporkan telah terkonfirmasi positif covid-19. Dalam kaitan itu, Kementerian Agama pun langsung menerjunkan tim satgas sebagai upaya penanganan.

"Kami prihatin dengan kasus positif covid-19 yang terjadi di pesantren. Tim Satgas Ditjen Pendidikan Islam Kemenag sudah terjun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan," kata Menteri Agama Fachrul Razi di Jakarta, Jumat (16/10).

Menag mengungkapkan, saat ini sejumlah bantuan sudah disalurkan, di antaranya 38.000 masker medis, 35.940 masker kain, 1.825 hand sanitizer, 2.460 botol suplemen, dan 2.150 sabun cuci tangan. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan disinfektan, alat fogging, isi ulang hand sanitizer, madu, dan alat pelindung diri (APD).

"Ini baru tahap awal, bantuan yang disalurkan untuk delapan pondok pesantren di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Total ada 861 santri yang terkonfirmasi positif pada delapan pesantren ini," ungkap Menag Fachrul.

"Tim akan terus bergerak menyalurkan bantuan ke sejumlah pesantren lainnya, terutama yang terkonfirmasi ada kasus positif covid-19," imbuhnya.

Hingga kemarin, tercatat sebanyak 1.510 santri, ustaz, dan ustazah dari berbagai pesantren di Indonesia yang terkonfirmasi positif covid-19. Dari jumlah tersebut, 976 orang sudah dinyatakan sembuh. Sisanya masih dalam proses perawatan dan isolasi.

Menag menambahkan, bantuan ini tidak termasuk bantuan operasional pesantren (BOP) yang diberikan Kementerian Agama sejak akhir Agustus 2020. Tiap-tiap pesantren mendapat bantuan sebesar Rp25 juta hingga Rp50 juta menyesuaikan dengan jumlah santri di tiap-tiap pesantren.

Total lebih dari Rp2 triliun bantuan yang sudah diberikan untuk membantu pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan di masa pandemi covid-19. Menag berharap pesantren tetap menerapkan protokol kesehatan dalam proses pembelajaran, sebagai upaya bersama dalam mencegah penyebaran covid-19.

"Virus korona bisa menimpa siapa saja. Ini bukan aib, tapi musibah. Mari tetap patuhi protokol kesehatan, demi kesehatan kita bersama," tandasnya. (Aiw/X-6)

BERITA TERKAIT