17 October 2020, 03:20 WIB

Adu Program di Kepri, Budaya versus Ekonomi


Hendri Kremer | Nusantara

VISI-MISI menggambarkan kelayakan pasangan calon gubernur/wakil gubernur memimpin wilayahnya selama lima tahun ke depan. Pentingnya visi-misi itu membuat DPRD Kepulauan Riau (Kepri) menggelar rapat paripurna khusus untuk mendengar visi ketiga cagub/cawagub, pekan lalu.

Ketiga pasangan yang tampil meliputi nomor urut 1 (HM Soerya Respationo/ Iman Sutiawan), urutan 2 (Isdianto/Suryani), serta nomor urut 3 (Ansar Ahmad/Marlin Agustina). Pasangan nomor 1 menjual program mewujudkan Provinsi Kepri yang maju, mandiri, sejahtera berakhlak, berdasarkan asas kebersamaan dan gotong royong, serta peningkatan SDM. “Kami akan membangun perekonomian mikro dan makro untuk kesejahteraan rakyat,” papar Soerya yang diusung PDIP, Partai Gerindra, dan PKB.

Pasangan nomor urut 2, Isdianto dan Suryani, ingin memperbaiki kearifan lokal khususnya terkait dengan budaya yang semakin luntur, membangun masyarakat yang religius, serta unggul di bidang maritim.

Pasangan yang diusung Partai Hanura, PKS dan Partai Demokrat itu meminta seluruh warga Melayu menyatukan gerak langkah untuk bersama-sama mengembangkan nilai-nilai luhur yang melekat pada budaya, adat istiadat, tradisi, dan kesenian.

Sementara itu, paslon nomor urut 3, Ansar Ahmad dan Marlin Agustina, fokus kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat pandemi covid-19 sepanjang 2020.

Langkah awal memulihkan ekonomi, jelas Ansar, ialah dengan terlebih dahulu menjamin kesehatan masyarakat agar tetap terjaga dan produktif.

Dia merasa tidak berlebihan jika sangat menghormati tenaga medis, TNI, dan Polri, yang telah berjuang di garda terdepan, siang dan malam tanpa mengenal lelah demi masyarakat Kepri agar tetap sehat.

Pasangan yang diusung Partai NasDem, Partai Golkar, PPP, dan PAN, menjanjikan pemberian insentif investasi melalui pengurangan pajak daerah dan retribusi daerah. Ia juga akan memberikan kenyamanan dan kepastian investasi bagi investor dengan memfasilitasi sarana pendukung investasi, seperti lahan, jalan, jembatan, listrik, dan air bersih. “Tak kalah pentingnya ialah peningkatan investasi PMA dan PMDN,” tegasnya.


Pemanfaatan FTZ

Kebijakan peningkatan pemanfaatan free trade zone (FTZ) dan kawasan ekonomi khusus (KEK) dengan cara pemberlakuan FTZ Batam, Bintan, dan Karimun secara menyeluruh, merupakan program ekonomi pasangan tersebut.

Selain itu, pihaknya akan mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan baru sebagai penyangga pusat pertumbuhan yang telah berkembang, dan juga mengembangkan kawasan strategis bagi pertumbuhan industri dan pariwisata berbasis kelautan.

“Kami juga akan mengembangkan kawasan industri kecil sebagai penunjang kegiatan industri utama. Khusus pada program penguatan pembangunan industri maritim, kami lakukan dengan cara peningkatan investasi galangan kapal, jasa kepelabuhan, pergudangan, dan logistik, serta offshore,” papar Ansar.

MI/HENDRI KREMER

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau nomor urut 3 Ansar Ahmad (kiri) dan Marlin Agustina sedang menyampaikan visi-misi dalam sidang paripurna DPRD Kepri, di Riau, pekan lalu.

 

Rektor Universitas Karimun, Alpino Susanto, berpendapat kuatnya ketiga pasangan tersebut sangat berpengaruh terhadap situasi dan kondisi perekonomian di Kepri.

“Hal ini telah disampaikan beberapa investor dalam pertemuan dengan pihak Universitas Karimun. Makanya investasi asing di Kepri ada sedikit kemacetan karena menunggu 9 Desember 2020. Siapa terpilih sangat berpengaruh bagi mereka,” ujarnya.

Ketua STIE Galileo Batam, Hazriyanto, mengakui nomor 3 bisa menang seperti digadang orang banyak. Namun, nomor 2 juga berpeluang besar sebab merupakan adik almarhum HM Sani, Gubernur Kepri sebelumnya. “Jangan pula remehkan Soerya Respationo-Iman Sutiawan yang merupakan pemain lama dalam kancah perpolitikan di Kepri. Apalagi, Soerya sudah pernah menjadi wakil gubernur di era HM Sani. Hanya saja, dalam pilkada selanjutnya Soerya kalah dari HM Sani yang berpasangan dengan Nurdin Basirun,” paparnya. (N-1)

Sumber: KPU/Tim Riset MI-NRC

 

BERITA TERKAIT