17 October 2020, 02:10 WIB

PM Kirgizstan Klaim Kekuasaan


MI | Internasional

PERDANA Menteri baru Kirgizstan Sadyr Japarov mengklaim kekuasaan kepresidenan telah dialihkan kepada dirinya. Itu dikatakannya setelah Presiden Sooronbay Jeenbekov mengundurkan diri di tengah krisis pascapemilihan.

“Kekuasaan presiden dan perdana menteri telah dialihkan kepada saya,” kata Japarov kepada pendukungnya, kemarin, setelah Jeenbekov mengundurkan diri dan ketua parlemen menolak untuk menjadi penjabat presiden.

Protes meletus di Kirgizstan setelah pemilihan parlemen pada 4 Oktober dimenangi partai-partai yang setia kepada Jeenbekov, dengan pihak lawan memperdebatkan hasil pemilu atas dugaan pembelian suara.

Hasil pemungutan suara tersebut kemudian dibatalkan, tetapi itu tidak meredakan bentrokan, dengan lebih dari 1.200 orang terluka dan satu orang tewas. Setelah mencoba meredakan krisis dengan mengonfirmasikan Japarov sebagai perdana menteri yang baru pada pekan ini, Jeenbekov kini menjadi pemimpin ketiga Kirgizstan yang mengundurkan diri karena kerusuhan politik sejak 2005.

Jeenbekov mengatakan dia mundur untuk menghindari pertumpahan darah, ketika ratusan pengunjuk rasa yang setia kepada Japarov berunjuk rasa di dekat kediaman negara dan menyerukan pengunduran dirinya dari kursi presiden.

“Saya tidak ingin turun dalam sejarah Kirgizstan sebagai presiden yang membiarkan pertumpahan darah dan penembakan terhadap rakyatnya. Saya telah mengambil keputusan untuk mengundurkan diri,” kata Jeenbekov dalam pernyataan yang dirilis kantornya.


Mantan tahanan 

Japarov termasuk di antara tokoh terkemuka yang dibebaskan dari penjara setelah kerusuhan terjadi. Sejak Japarov dibebaskan dan dikukuhkan sebagai perdana menteri, para pendukungnya telah mendorongnya untuk mengklaim posisi kepresidenan.

“Orang-orang bersukacita (atas pengunduran diri Jeenbekov),” kata seorang pendukung, Zhanat Akmatova. Parlemen dijadwalkan bertemu pada pekan ini untuk membahas pengunduran diri Jeenbekov. (AFP/Nur/X-11)
 

BERITA TERKAIT