16 October 2020, 22:28 WIB

Krisis Politik Malaysia Tidak Akan Berakhir Meski Anwar Jabat PM


tri subarkah | Internasional

MANTAN Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan pada hari Jumat (16/10) bahwa dia meragukan klaim pemimpin oposisi Anwar Ibrahim yang memiliki dukungan mayoritas di parlemen untuk merebut jabatan perdana menteri. Bahkan jika Anwar berhasil melakukannya, negara akan tetap berada dalam kebuntuan politik.

Mahathir, yang merupakan senior Anwar dan pemimpin tertinggi lain di negara itu, mengatakan bahkan dengan kepemimpinan baru, Malaysia akan tetap rentan terhadap perubahan aliansi politik, terutama oleh bekas partai yang berkuasa di Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

"Jadi situasinya sangat tidak pasti, bagaimanapun juga, akan ada situasi di mana tidak ada pemerintah di negara itu," kata Mahathir kepada Reuters dalam wawancara di kantornya di Kuala Lumpur.

Mahathir mengatakan bahwa dia tidak mendukung Anwar atau Muhyiddin. Politisi veteran berusia 94 tahun dan lima anggota parlemen federal lainnya dari partai Pejuang barunya masing-masing mengajukan mosi tidak percaya pada kepemimpinan Muhyiddin pada hari Jumat.

Mahathir, yang keputusannya memecat Anwar sebagai wakilnya selama masa jabatan pertamanya sebagai perdana menteri memicu perseteruan 20 tahun di antara mereka, menolak klaim terbaru mantan anak didiknya tentang mayoritas parlemen.

"Ini adalah hal yang suka dikatakan Anwar. Sudah tiga kali dia mengklaim mendapat dukungan bahwa dia akan menjadi perdana menteri yang benar, hanya untuk menemukan bahwa dia tidak memiliki dukungan," kata Mahathir.

Adapun, Anwar telah bertemu raja pada hari Selasa untuk membuktikan bahwa dia memiliki dukungan mayoritas parlemen. Sehingga, bisa membentuk pemerintahan dan mengambil alih posisi Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Jika Anwar berhasil mengamankan pos tersebut, itu akan menjadi puncak dari pencarian selama 22 tahun, termasuk hampir 10 tahun penjara atas tuduhan sodomi yang dia bantah. Itu juga berarti Malaysia akan memiliki perdana menteri ketiganya tahun ini.(CNA/OL-4)

BERITA TERKAIT