16 October 2020, 20:55 WIB

Debat Pilkada Bantul Berlangsung Tiga Kali


Ardi Teristi | Nusantara

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Bantul, DIY mulai bentuk tim perumus materi untuk acara debat publik  pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Bantul tahun 2020. Debat  akan dilanksanakan sebanyak tiga kali.

"Debat Publik pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul rencananya akan dilakukan sebanyak 3 kali secara live di stadiun televisi lokal," terang terang Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho, dalam siaran pers, Jumat (16/10).

Debat publik yang pertama rencananya akan diselenggarakan pada 28 Oktober 2020 dengan peserta calon bupati. Debat kedua pada 4 November 2020 dengan peserta wakil bupati. Debat ketiga dilaksanakan pada 11 November 2020 dengan peserta pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Tim Perumus materi Debat Publik yang dibentuk oleh KPU Bantul terdiri dari 4 orang dosen dan 1 orang dokter, yaitu Abdul Gaffar Karim (Dosen
UGM), Hilman Latief (Dosen UMY), Norma Sari (Dosen UAD), Arif Maftuhin (Dosen UIN Sunan Kalijaga) dan Widya Wasityastuti (dokter). Kelima tim perumus materi debat tersebut, terang Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho, merupakan perwakilan dari akademisi dan praktisi di DIY.

Rencananya, tema besar tersebut akan dipaparkan terlebih dahulu dalam kegiatan forum Group Discusion (FGD). Selanjutnya, KPU Bantul akan menggundang beberapa tokoh masyarakat dan elemen penting di Kabupaten Bantul agar mendapatkan masukan dan tanggapan guna menciptakan tema debat publik yang ideal dan mencerminkan kebutuhan pemimpin masa depan untuk Kabupaten Bantul.

Sesuai dengan PKPU Nomor 13 Tahun 2020, yang diperbolehkan mengikuti Debat Publik distasiun televisi hanyalah peserta pemilihan, tim kampanye (2 orang), Bawaslu Kab. Bantul (2 orang) dan KPU Bantul (5 orang). Selebihnya, peserta pemilihan tidak diperkenankan membawa masa atau arak-arakan didalam kegiatan debat publik tersebut.

Pilkada Bantul diikuti oleh dua Paslon, yaitu Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo nomor urut 1 dan Suharsono-Totok Sudarto nomor urut 2. (R-1)

BERITA TERKAIT