16 October 2020, 20:27 WIB

Garin Nugroho Bahas Seni Pertunjukan Bersama GIK


Retno Hemawati | Hiburan

Di usianya yang menginjak tujuh tahun, Galeri Indonesia Kaya (GIK) juga menghadirkan beragam pertunjukan yang dapat disaksikan melalui akun YouTube Indonesiakaya.

Kali ini, melalui kegiatan #NontonTeaterDiRumahAja, Galeri Indonesia Kaya bersama Garin Nugroho menghadirkan program yang membahas seni pertunjukan yang diberi judul #PentasDaringRuangKreatif. Program ini merupakan bagian dari Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia yang telah digelar sejak 2016 yang lalu dengan menghadirkan serangkaian kegiatan mulai dari, roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan, seleksi Art Project Development Proposal, Pitching Forum, Workshop, Mentoring proses produksi seni pertunjukan.

Pada akhir pekan ini, #PentasDaringRuangKreatif menghadirkan pementasan berjudul Sunar Rahwana  yang ditampilkan oleh Wayang Sunar yang dapat disaksikan pada Sabtu (17/10) pukul 15.00 di akun Youtube Indonesiakaya. Melalui pementasan ini, kelompok seni asal Karangasem, Bali ini ingin membangun wacana wayang dan arti pentingnya seni wayang dalam proses kehidupan.

Karya ini merupakan karya seni pertunjukan wayang yang dikemas dengan bentuk baru yang memadukan wayang tiga dimensi yang pada pertunjukannya dapat mengeluarkan cahaya (Sunar), teater, olah vokal, koreografi, dan musik yang semuanya diolah dalam panggung pertunjukan. Dialog yang diungkapkan melalui bentuk koreografi wayang, dan juga tembang-tembang klasik yang dikemas lebih modern merupakan media ungkap dialog dalam karya Wayang Sunar.

Para penikmat seni juga diajak untuk menyaksikan karya komunitas Among Roso yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Komunitas yang bergerak dalam bidang tari ini akan menampilkan karya tari berjudul NGAWAK yang dapat disaksikan pada Minggu (18/10) pukul 15.00 di akun Youtube Indonesiakaya.

Pementasan NGAWAK dengan koreografer Dionisius Wahyu Anggara Aji ini menampilkan gerak stakato, pengembangan gerak tradisi, pembaharuan gerak yang inovasi, akrobatik, serta kekuatan tubuh. Berawal dari pengalaman empiris koreografer yang mencapai titik sadar bahwa tubuhnya harus menciptakan bentuk baru dengan berbagai gerak akrobatik. Masing-masing penari menampilkan kemampuannya, seperti Rezky dan Arif dengan keterampilan menarikan ganong, Adi Nugroho dan Muhammad Maulana yang memiliki keterampilan tari Surakarta dengan baik. Para penari ini menyatu dalam gerak tubuh yang indah dalam karya ini. (RO/OL-12)

BERITA TERKAIT