16 October 2020, 20:23 WIB

Muncul Klaster Unjukrasa di Kota Semarang


Akhmad Safuan | Nusantara

SEPERTI yang dikhawatirkan sebelumnya, unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu memunculkan klaster baru covid-19. 11 orang peserta unjuk rasa tersebut dinyatakan positif korona dan saat ini dikarantina di rumah dinas Wali Kota Semarang.

"Ada sebelas orang peserta unjukrasa beberapa hari lalu posotif covid-19, kini mereka dikarantina di rumah dinas wali kota karena dikhawatirkan menyebar lebih besar lagi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam, Jumat (16/10).

Ditemukan kasus positif Covid-19 dari aksi unjuk rasa tersebut, jelas Abdul Hakam, berawal ketika dua perusahaan di Kota Semarang yang melakukan upaya protektif yakni dengan menginisisasi rapid test bagi buruh yang mengikuti unjukrasa UU Cipta Kerja beberapa hari lalu.

Hadil rapid test yang dilakukan, lanjut Abdul Hakam, diketahui ada pekerja yang reaktif sehingga Dinas Kesehatan Kota Semarang langsung menindaklanjuti dengan lakukan swab test terhadap buruh yang dinyatakan reaktif itu. Hasilnya ditemukan 10 orang positif dan satu orang akibat kontak langsung dengan pasien tersebut.

Atas temuan itu, ungkap Abdul Hakam, saat ini terus dilakukan pelacakan terhadap orang-orang yang lakukan kontak dengan pasien positif covid-19 itu, baik itu dari rekan sesama pekerja maupun keluarga karena dikhawatirkan virus korona telah menyebar. "Kami juga terus melacak peserta lain untuk ikuti serangkaian tes," imbuhnya.

Selain itu juga, menurut Abdul Hakam, kepada para pekerja dan mahasiswa yang ikut dalam aksi unjuk rasa, diminta agar segera memeriksakan diri. "Penyebaran cepat virus korona dapat dimungkinkan, karena saat unjuk rasa lalu mereka saling berdekatan dan tidak menggunakan pelindung seperti masker dalam kondisi teriak-teriak," tambahnya. (R-1)

BERITA TERKAIT