16 October 2020, 16:45 WIB

Ali Mukhni Berhalangan, Tim Lawan Kehilangan Kontrol


mediaindonesia.com | Pilkada

KETIDAKHADIRAN calon wakil gubernur, Ali Mukhni dalam acara debat yang diadakan Padang TV, pada 14 Oktober lalu dikritik Reido Deskumar di media social. Reido menyebut Ali Mukhni tidak siap memimpin Sumatera Barat.

“Reido terlalu bersemangat, namun tidak memahami persoalan. Maklum dia tim pemenangan paslon Mahyeldi-Audy; jadi sah-sah saja kritikan tersebut. Reido sedang menjalankan tugasnya sebagai tim pemenangan,” ungkap Aldi, relawan Mualim (Mulyadi-Ali Mukhni), dalam keterangannya, Jumat (16/10)

Menurut Aldi, saking semangatnya Reido lupa jika membandingkan Ali Mukhni dengan Audy sebagai calon wakil gubernur dalam memahami  strategi pengembangan  BUMD ibarat senjata makan tuan. Sebab Ali Mukhni adalah kepala daerah yang berpengalaman. Selama 15 tahun berurusan  dengan BUMD dan APBD.

“Sementara Audy sesuai catatan yang kita baca pengalaman pertamanya masuk ke dalam gelanggang politik. Nyaris tidak ada rekam jejaknya di BUMD sebagai pengambil kebijakan,” ujar dia.

Ketidakhadiran Ali Mukhni pada acara debat Padang TV, menurut Aldi, karena acara tersebut tidak masuk agenda debat  yang diadakan KPU. Jadi kita harus bersikap positif dengan ketidakhadiran Ali Mukhni. Apalagi ini masih masa kampanye dimana masing-masing kandidat sudah ada agenda terjadwal dengan masyarakat.

Pengembangan BUMD

Dibalik pujian Reido terhadap Audy tentang pemahamannya tentang BUMD, tentu perlu juga dilihat keberhasilan Ali Mukhni melakukan pengembangan BUMD. Ukurannya tentu apa yang telah dilakukan oleh Ali Mukni, bukan apa yang akan dijanjikannya jika terpilih jadi wakil gubernur.

“Konteks Audy dan Ali Mukhni, satu berjanji dan berencana, dan satu melanjutkan apa telah dilakukan,” ujar Aldi.

Secara sekilas, bisa kita lihat komitmen dan kinerja Ali Mukhni dalam memajukan BUMD selama menjadi kepala daerah 15 tahun di Padang Pariaman. Ada dua BUMD yang menjadi andalan Ali Mukhni yaitu Perusahaan Daerah Air Minum dan Bank Perkreditan Rakyat.

“PDAM Padang Pariaman telah berkembang dan mampu mengoptimalkan potensi sumber air yang ada di wilayah Padang Pariaman. Pembangunan jaringan induk penyediaan air minum yang terus dipacu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar dia.

Tahun 2017, Kabupaten Padang Pariaman membangun jaringan induk penyediaan air minum untuk wilayah utara. Dana sebesar 40 milyar secara bertahap berhasil dibawa dari bantuan Hongaria melalui Kementerian PUPR.

Pembangunan jaringan pipa sepanjang 15 kilometer dari Nagari Malai V Suku, Batang Gasan ke Sungai Limau. Air PDAM ini  dapat dinikmati sekitar 20 ribu KK; dari Gasan, Sungai Limau bahkan sampai ke Naras Kota Pariaman.

Sedangkan untuk Wilayah Selatan, Potensi PDAM juga menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan Bandara Internasional Minangkabau, bahkan bisa sampai ke Kota Padang. 

Sementara itu, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pembangunan Kabupaten Padang Pariaman telah banyak mendorong terciptanya lapangan kerja dan membantu mengembangkan usaha-usaha produktif . (OL-13)

BERITA TERKAIT